Breaking News:

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

Hari Pertama Sekolah, Orangtua Siswa Kebingungan Ajari Anaknya, 'Semoga Tatap Muka Lebih Cepat'

Sari menganggap, Tahun Ajaran Baru kali ini memang berbeda dibandingkan biasanya. Suasana dan atmosfer tahun ajaran baru tak terasa

TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
ilustrasi siswa masuk sekolah di hari pertama tahun ajaran baru. Situasi ini berbeda pada tahun ajaran 2020-2021. Siswa masih belajar daring di rumah karena pandemi Covid-19 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hari pertama masuk sekolah di Tahun Ajaran Baru mengundang kebingungan dari para orangtua murid. Pasalnya, Tahun Ajaran Baru 2020/2021 di Kota Batam kali ini tidak dimulai dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Sampai saat ini, pembelajaran SD hingga SMA di Batam masih dilakukan secara daring atau online. Seorang wali murid, Sari, yang anaknya hari ini masuk sekolah pertama kali di SDN 006 Batam, turut menanggapi kebijakan belajar daring ini.

Diwawancarai melalui diskusi News Webilog Tribun Batam edisi 11, Sari mengungkapkan, persiapan yang dilakukannya menjelang hari pertama anak masuk sekolah hanya sekadarnya saja.

"Persiapan tidak banyak, paling beli buku-buku, dan alat tulis saja," jawab Sari, Senin (13/7/2020).

Di samping alat tulis dan buku, Sari juga memusingkan keperluan paket data atau wifi yang harus disediakannya demi menunjang anak sekolah. Menurutnya, paket data itu adalah salah satu kebutuhan yang krusial dalam proses belajar mengajar secara daring ini.

Dapat Luka Serius di Kepala, Korban Perampokan di Perumahan Mitra Raya Batam Mulai Beraktivitas

Pasca Diperiksa Kejagung, Inilah Aktivitas Kepala Bea Cukai Batam Susila Brata, Masih Ngantor

"Kuota sepertinya nggak mempan pak, untuk belajar online. Contohnya, disuruh download aplikasi classroom dan sebagainya, mau tidak mau harus pasang wifi," ujar Sari.

Kendala lainnya, para orangtua murid juga banyak dibingungkan dengan materi pelajaran sang anak. Dengan diterapkannya belajar daring, orangtua murid mau tidak mau harus membimbing anaknya belajar mandiri di rumah.

"Orangtua jadi harus belajar lagi, supaya bisa mengajar anak," tambah Sari.

Ia menganggap, Tahun Ajaran Baru kali ini memang berbeda dibandingkan biasanya. Menurutnya, suasana dan atmosfer tahun ajaran baru tidak terasa, bahkan di lingkungan sekolah sekalipun.

Padahal sang anak cukup antusias menyambut jenjang baru pendidikannya di tingkat SD. Namun antusiasme itu harus dipatahkan dengan kebijakan belajar mengajar daring.

"Anak saya cukup antusias, karena kan memang sudah lama liburnya. Agak aneh sih bagi dia, kok sekolahnya di rumah. Tapi kita cuma bisa kasih pengertian aja," ujar Sari.

Sejauh ini, Sari belum memperoleh arahan terkait pembelajaran dari guru-guru di SDN 006. Materi awal yang diberikan kepada peserta didik baru adalah video pengenalan guru serta fasilitas sekolah.

Ke depannya, Sari mengharapkan pembelajaran tatap muka dilaksanakan lebih cepat, sebelum Desember 2020. Hal ini menurutnya, karena rata-rata anak lebih senang dan mudah jika belajar dibimbing oleh guru, ketimbang orangtua.

"Harapannya, sebaiknya tatap muka lebih cepat, karena orangtua juga kebingungan harus belajar lagi untuk membimbing anaknya. Saya rasa juga anak-anak akan lebih mudah kalau belajar dengan guru," tambah Sari.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Penulis: Hening Sekar Utami
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved