Breaking News:

BATAM TERKINI

Pasca Diperiksa Kejagung, Inilah Aktivitas Kepala Bea Cukai Batam Susila Brata, 'Masih Ngantor'

Humas Bea Cukai Batam Sumarna mengatakan, Susila Brata masih masuk kantor seperti biasa. Kecuali ada panggilan rapat di Jakarta

TRIBUNBATAM.ID
Kepala Kantor BC Batam Susila Brata. Rumah dinas Susila sempat digeledah petugas terkait kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan importasi tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2018-2020 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bulan lalu, rumah dinas Kepala Bea Cukai Batam Susila Brata digeledah penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Rumah dinas yang berada di kawasan Baloi, Batam, Kepri itu, digeledah pada 11 Mei 2020.

Penggeledahan itu untuk mencari barang bukti (BB) dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan importasi tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 2018-2020. Masih terkait kelanjutan proses penyidikan kasus penyelundupan 27 kontainer berisi tekstil impor premium yang diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok pada Maret lalu.

Dalam kasus ini, ada beberapa bawahan Susila Brata ditersangkakan. Pertama Mukhamad Muklas (MM) menjabat Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai (PFPC) pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam. Kedua Dedi Aldrian (DA) Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) III pada KPU Bea dan Cukai Batam

Ketiga, Hariyono Adi Wibowo (HAW) Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) I pada KPU Bea dan Cukai Batam. Keempat Kamaruddin Siregar (KA) Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) II pada KPU Bea dan Cukai Batam.

Sementara tersangka kelima, Irianto (IR) selaku owner PT. Fleming Indo Batam dan PT. Peter Garmindo Prima. Mereka dijerat pasal tindak pidana korupsi.

Diduga Meninggal Karena Sakit, Petugas Kenakan APD Lengkap Saat Evakuasi Mayat di Sekupang

Diduga dari Batam, Rokok Ilegal Merek Luffman Diamankan di Inhil, Ini Kata BC Batam

Apa aktivitas Susila Brata saat ini pasca penggeledahan dan empat anggotanya jadi tersangka?

Humas Bea Cukai Batam Sumarna ketika dikonfirmasi mengatakan, Susila Brata masih masuk kantor seperti biasa.

"Pak Kepala ngantor seperti biasa bang, kecuali memang ada panggilan rapat di pusat," kata Sumarna, Senin (13/7/2020).

Sebelumnya, Anggota DPR RI Firman Soebagyo meminta Kejagung terus mengejar kasus tersebut. Sebab menurut dia, Kejagung sampai sekarang belum ada titik terang ke publik menganai hasil pemeriksaan Susila Brata.

Padahal, empat anak buahnya justru lebih dahulu ditersangkakan. Sebagai kepala, menurut Firman, Susila Brata setidaknya mengetahui dugaan korupsi tekstil impor itu.

Halaman
1234
Penulis: Filemon Halawa
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved