Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Tangani Kasus Perusakan Kabel Bawah Laut PRB, Polres Karimun Terima Penghargaan dari ASKALSI

Polres Karimun menurut ASKALSI berkinerja baik dalam penanganan perkara kasus perusakan kabel laut PRB di perairan Tanjungbalai Karimun.

TribunBatam.id/Istimewa
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono terima penghargaan dari ASKALSI, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Polres Karimun menerima penghargaan dari Asosiasi Sistem Komunikasi Kabel Laut Seluruh Indonesia (ASKALSI).

Penghargaan ini berkaitan dengan penanganan perkara dan saran kepada pengusaha yang tergabung dalam ASKALSI terkait kabel fiber optik.

Penghargaan diberikan kepada Polres Karimun melalui Kasat Reskrim AKP Herie Pramono penyerahan penghargaan di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2020).

Polres Karimun menurut ASKALSI berkinerja baik dalam penanganan perkara I (Pertama) bidang telekomunikasi terkait dengan kasus perusakan sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring Barat di perairan Tanjung Balai Karimun.

“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi ASKALSI kepada Polri khususnya Polres Karimun,” ucap Ketua Umum ASKALSI, Lukman Hakim.

Penanganan kasus pengrusakan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) Kasus ini berawal pada tanggal 4 Juli 2019 terpantau dari sistem monitoring PT Ketrosden Triasmitra telah terjadi gangguan (disebabkan putusnya koneksi) pada SKKL PRB di sekitar perairan Tanjung Balai Karimun.

Tim patroli Triasmitra menemukan ada kapal (tug boat) TB Bintang Ocean 3 dan tongkang Winbuild 2312 berbendera Singapura milik Hai Seng Marine Pte Ltd yang sedang berlabuh jangkar berada dekat dengan lokasi yang diperkirakan terjadi kerusakaan.

Nahkoda Kapal (tug boat) TB Bintang Ocean 3 bernama Djunaidi Tan yang menarik tongkang winbuild 2312 milik Hai Seng Marine Pte Ltd mengakui bahwa kapal tersebut tidak bisa bergerak karena jangkar tongkang tersangkut sesuatu yang menurut Nahkoda Kapal (tug boat) TB Bintang Ocean 3 adalah wire.

Sehingga Nahkoda Kapal akhirnya terpaksa memutus tali jangkar tongkang winbuild 2312 yang ditarik oleh Kapal (tug boat) TB Bintang Ocean 3 milik Hai Seng Marine Pte Ltd.

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan dengan melakukan penyelaman pada sekitar lokasi yang diperkirakan terjadi kerusakaan telah ditemukan jangkar tongkang winbuild 2312 yang ditarik oleh Kapal (tug boat) TB Bintang Ocean 3 milik Hai Seng Marine Pte Ltd dalam kondisi tersangkut pada kabel fiber optik Palapa Ring Barat dan kondisi kabel sudah dalam keadaan terputus atau rusak.

Pariwisata di Lagoi Menggeliat, Terima Wisatawan Domestik, Belum Terima Kunjungan Wisatawan 2 Negara

Isdianto Siapkan Lahan 20 Hektare, Dukung Pembangunan Kantor Kogabwilhan I di Kepri

Mengetahui hal itu, Triasmitra segera melaporkan hal tersebut kepada Polres Karimun yang akhirnya menetapkan Djunaidi Tan, Nakhoda Kapal (tug boat) TB Bintang Ocean 3 milik Hai Seng Marine Pte Ltd sebagai tersangka atas rusaknya SKKL PRB yang menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.

Setelah melalui serangkaian proses persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Balai Karimun menuntut Djunaidi Tan hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara.

Dimana Junaidi Tan disangkakan melanggar ketentuan Pasal 55 Jo. Pasal 38 Undang-undang Republik Indonesia No.36 Tahun 1999 tentang telekomunikasi.

Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun, Djunaidi Tan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)

Penulis:
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved