Main Gim 22 Jam Sehari Selama Sebulan, Seorang Remaja di China Terkena Stroke
Seorang remaja di China tidak dapat menggerakkan lengan tangan kirinya setelah bermain gim komputer.
Ia juga kehilangan kontrol di sekujur tangan kirinya.
Dr Li, pihak medis spesialis otak menyebut kondisi bocah terjadi disebabkan gaya hidupnya yang tidak sehat yakni bermain gim komputer hingga begadang.
Kepada media lokal, Dr Li berkata; "Alasan utamanya adalah pola tidur dan makan yang tidak teratur akibat tidak berada di sekolah. Orang tua juga terlalu menoleransi perilakunya."
"Kurangnya gizi dan istirahat telah menyebabkan berkurangnya jumlah darah dan oksigen di otaknya dan menyebabkan stroke otak," kata Dr Li.
Diketahui bocah ini telah melakukan rehabilitasi di rumah sakit Nanning.
Kepala terapis rumah sakit ini, Dr Jin mengatakan sulit memutuskan apakah Xiaobin dapat sepenuhnya pulih.
• Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Meningkat, Bertambah 1,63 Juta Orang
• Polisi Ungkap Pemilik Warung Dekat TKP Mengenal Yodi Prabowo, Editor Metro TV Sering Kesitu
Kecanduan video gim telah menjadi masalah sosial di kalangan anak-anak muda China.
Banyak para pemuda di China mengabaikan studi, kehidupan sosial, dan keluarga untuk bermain gim daring/online.
Banyak orang tua yang melakukan pembatasan digital kepada anak-anak mereka.
Kecanduan internet masih menjadi satu di antara gejala kesehatan di negara ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16072020_remaja-china-stroke-setelah-main-gim.jpg)