Usai Ditemukan di Mongolia, Amerika Serikat Laporkan Adanya Pes Pada Seekor Tupai
Mongolia melaporkan kematian seorang rejama akibat wabah Pes. Baru-baru ini bakteri penyebab Pes ditemukan ada pada seekor tupai di Amerika Serikat.
Pes bagi penderitanya dapat mendatangkan rasa sakit, terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening, demam, menggigil, dan batuk.
Jika tidak diobati secara cepat dan tepat, Pes dapat berubah menjadi penyakit pernapasan dan menyebabkan pneumonia, apabila bakteri sudah menyebar hingga ke paru-paru.
Melihat temuan di Mongolia dan Colorado ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan wabah ini sebagai penyakit yang kembali muncul.
Hingga 2.000 kasus per tahun
Dari data WHO, tercatat setidaknya ada 1.000-2.000 kasus Pes dari seluruh dunia di setiap tahunnya.
Namun angka itu masih terbilang kecil, karena bisa jadi ada banyak kasus yang tidak dilaporkan.
Di Colorado sendiri, dilaporkan ada dua orang meninggal akibat menderita Pes pada tahun 2015.
Pengobatan dan pencegahan
Melansir Kompas.com (7/7/2020) yang mengutip buku Mengenali Keluhan Anda: Info Kesehatan Umum untuk Pasien (2013) oleh Dr. Ayustawati, PhD ada beberapa cara pencegahand an pengobatan penyakit Pes.
Cara mengobati penyakit Pes
Penderita yang terserang Pes perlu penanganan secepat mungkin.
Apabila penanganan tidak didapatkan penderita dalam waktu 24 jam, bisa menimbulkan kondisi fatal, bahkan menyebabkan kematian.
Antibiotik, oksigen, infus dan pernapasan bantuan mungkin diperlukan untuk membutuh bakteri yang menyerang penderita dan memperbaiki kondisi penderita.
Jika seseorang punya kontak dengan penderita Pes, mereka perlu diperiksa oleh dokter untuk melihat apakah terkena penyakit Pes atau tidak.
Dokter mungkin akan memberikan juga antibiotik untuk mencegah penularan penyakit Pes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/muncul-wabah-pes-di-china-warga-mongolia-dilarang-makan-hewan-marmot.jpg)