Usai Ditemukan di Mongolia, Amerika Serikat Laporkan Adanya Pes Pada Seekor Tupai
Mongolia melaporkan kematian seorang rejama akibat wabah Pes. Baru-baru ini bakteri penyebab Pes ditemukan ada pada seekor tupai di Amerika Serikat.
Tidak ada vaksin untuk penyakit bakteri ini.
Wabah Pes ditularkan antara hewan melalui kutu mereka, dan manusia dapat terinfeksi oleh gigitan kutu atau melalui interaksi fisik dengan hewan yang terinfeksi.
Gejala dari penyakit yang dikenal sebagai " Black Death" di Abad Pertengahan ini, meliputi demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan merasa lemah.
Saran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah seorang dewasa dapat terselamatkan jika segera diobati dengan beberapa antibiotik, dalam jangka waktu kurang dari 24 jam setelah terinfeksi.
(*)
• China Laporkan Ekonomi Kuartal II Tumbuh 3,2 Persen Usai Buka Lockdown, Ini Penjelasannya
• Korea Utara Salahkan Komentar Amerika Serikat Soal Laut China Selatan, Gabung ke Kubu China?
• CHINA TERPOJOK Giliran Inggris Kirim Kapal Induk Tercanggih ke Pasifik, Gabung dengan AS dan Jepang
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Setelah Mongolia, Kini Penyakit Pes Ditemukan pada Seekor Tupai di AS".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/muncul-wabah-pes-di-china-warga-mongolia-dilarang-makan-hewan-marmot.jpg)