Demam Berdarah di Karimun Kian Memprihatinkan, Dinkes Catat 199 Kasus, Mayoritas Anak-Anak
Untuk jumlah terbanyak saat ini ditemukan di Kecamatan Tebing yakni sebanyak 45 kasus.
"Cuaca juga bisa. Tapi kita tidak bisa memprediksi cuaca. Penyebabnya rata-rata karena kurang kepedulian masalah 3M," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Rachmadi masyarakat hendaknya harus melaksanakan 3M (Menguras, Menutup, Menguburkan) wadah yang bisa menampung air.
Dalam upaya pencegahan, Dinas Kesehatan menyebarkan edaran ke kecamatan-kecamatan dan puskesmas-puskesmas mengajak masyarajat melaksanakan gerakan 3M plus.
"Sebenarnya kalau cuaca apapun tapi lingkungan melaksanakan 3M itu dan kita back up dengan bubuk abate maka bisa dihindari.
Fogging itu sifatnya kalau ada kasus saja," tambahnya.
Dua Kecamatan di Karimun Jadi Perhatian
Jumlah kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun dari awal tahun hingga Juni 2020 mencapai 114 kasus.
Satu kasus di antaranya diketahui meninggal dunia. Pasien tersebut beralamat di Kecamatan Tebing dan berusia 11 tahun.
"Ada satu anak usia 11 tahun meninggal duni sekitar akhir Mei," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi, Minggu (21/6/2020).
Kasus-kasus DBD ini tersebar di sejumlah kecamatan. Rachmadi mengatakan Kecamatan Meral dan Kundur menjadi daerah yang rawan DBD.
Dimana dua tahun terakhir, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Kecamatan Kundur, jumlah kasus DBD cukup tinggi.
"Untuk Meral dan Kundur memang rawan," ujarnya.

Dari 114 kasus tersebut, kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Meral. Jumlahnya sebanyak jumlah 28 kasus.
Kemudian di Kecamatan Kundur ditemukan sebanyak 27 kasus, Kecamatan Tebing sebanyak 17 kasus, Kecamatan Karimun sebanyak 16 kasus, Kecamatan Meral Barat sebanyak 12 kasus.
Selain itu, Kecamatan Kundur Utara 9 kasus, Kecamatan Kundur Barat 3 kasus, Kecamatan Buru 1 kasus dan Kecamatan Ungar 1 kasus.