Jumat, 15 Mei 2026

PRAKIRAAN CUACA HARI INI

WASPADA, BMKG Prediksi Gelombang Tinggi di Perairan Lingga

Secara umum, kondisi cuaca di Provinsi Kepri diprakirakan berawan, meski ada potensi hujan lokal dengan intensitas ringan pada siang dan malam hari.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
Tribun Batam/Istimewa
Ilustrasi gelombang tinggi - BMKG Batam memprediksi potensi tinggi gelombang hingga satu meter di perairan Kabupateh Lingga, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam memprediksi potensi gelombang tinggi di perairan Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Kepala BMKG melalui forecaster on duty BMKG Batam, Riza Juniarti mengatakan, ketinggian gelombang di perairan Lingga diprediksi mencapai 1 meter.

Sementara untuk kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri, ketinggian gelombang diprediksi mencapai 0,5 hingga 0,75 meter.

BMKG Batam juga mencatat adanya angin yang datang dari arah tenggara untuk wilayah Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun.

Sementara untuk Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, arah angin terpantau datang dari arah barat daya.

"Suhu udara di Kepri sendiri rata-rata pada 24-32 derajat celcius, dengan kecepatan angin rata-rata 5-25 persen, dan kelembaban udara 65 sampai 97 persen," ujarnya dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Senin (20/7/2020).

Secara umum, kondisi cuaca di Provinsi Kepri diprakirakan berawan, meski ada potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang hingga menjelang malam hari.

"Kelembapan udara yang cenderung rendah di wilayah Kepri kurang mendukung pembentukan awan-awan hujan," ucapnya.

Hujan Buatan Tahap II di Batam

Hujan buatan yang semula direncanakan selama satu bulan dari tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2020, ternyata masih akan dilanjutkan kembali.

Manajer Air Baku, Badan Fasling BP Batam, Hadjad Widagdo, mengakui, pembahasan tentang proyek hujan buatan tahap dua tengah dilakukan.

Dokter Spesialis Masih Minim di Anambas, Warga Terpaksa Berobat Keluar Daerah

Fakta Terbaru Djoko Tjandra, Kabareksirm Sebut Brigjen Prasetijo Utomo Bisa Dijerat Pasal Berlapis

"Belum berakhir, masih akan dilanjutkan," ujar Hadjad, ditemui di lokasi Dam Duriangkang, Rabu (15/7/2020).

Rencananya, hujan buatan tahap dua akan kembali dimulai sekitar seminggu ke depan.

Namun, proyek ini tidak akan dijalankan selama sebulan, melainkan hanya 15 hari.

"Tidak sampai sebulan lah, sekitar 15 hari nanti," tegas Hadjad.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved