Breaking News:

BATAM TERKINI

Jadi Tempat Nongkrong Malam Hari, Warga Seilekop Minta Pasar Seroja Diaktifkan Kembali

Sampai kapan pasar ini dibiarkan begitu saja, kalau malam jadi tempat nongkrongan anak-anak. Semenjak dibangun pasar ini tidak pernah digunakan.

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Sihat Manalu
Pasar Bukit Seroja, Sagulung, sudah bertahun-tahun tak dipakai dan hanya jadi tempat bermain anak-anak dan remaja nongkrong pada malam hari. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sampai kapan pasar ini dibiarkan begitu saja, kalau malam jadi tempat nongkrongan anak-anak. Semenjak dibangun pasar ini tidak pernah digunakan malah sekarang jadi tempat pasar kaget.

Masyarakat Kaveling Seroja, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, meminta pasar Seroja agar dikelola oleh pemerintah Kota Batam.

Bangunan pasar Seroja yang sudah lama selesai dibangun saat ini jadi tempat pasar kaget setiap hari Sabtu. Sementara hari lainnya pasar itu tidak dimanfaatkan dan menjadi tempat nongkrong anak-anak tanggung di daerah tersebut.

Orangtua Stres karena Sulit Mengajar Anak di Rumah? Lakukan 5 Langkah Ini

Yang paling disesalkan warga saat malam hari, pasar itu menjadi tempat nongkrong anak-anak remaja."Kalau kita usir malah kita yang di maki-maki sama mereka,"kata Sawal, warga Kaveling Seroja, Selasa (21/7/2020).

Dia mengatakan kondisi pasar yang gelap saat malam hari, membuat anak-anak remaja semakin nyaman nongkrong di sana."Yang herannya anak-anak itu tahu kapan mobil patroli dari Polsek Sagulung lewat,"kata Sawal.

Dia berharap pemerintah memperhatikan pasar Seroja Sagulung, tidak menjadi tempat nongkrong anak-anak remaja."Ya kita tahulah anak-anak sekarang, bandalnya minta ampun,"kata Sawal.

Pemko Batam Bantah Telantarkan Pasar Seroja Sagulung, Ini Alasan Cuma Dijadikan Pasar Kaget 

Pasar Seroja, yang ada di Kaveling Seroja, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, bukan tidak diperhatikan pemerintah. Hanya saja pasarnya masih tipe C.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zulkarnain mengatakan Pasar Seroja, saat ini sudah dikelola dengan membuka pasar kaget dua kali seminggu."Ini sesuai tipenya, kalau pasar Tipe C hanya buka seminggu dua kali,"kata Zulkarnain.

Dia mengatakan pasar Seroja itu ukurannya sangat kecil, hal ini membuat pasar tersebut tidak bisa diaktifkan setiap hari.

Singapura Terancam Resesi Kadis Pariwisata Akui Berimbas ke Wisman, Kepri Bidik Pelancor Lokal

Sementara saat ditanya mengenai kondisi pasar yang belum ada air dan listrik, Zulkarnain membantahnya."Kalau jaringan air dan jaringan listrik sudah masuk, hanya saja baru sebatas kios di ruko mini, kalau pasar basahnya belum ada,"kata Zulkarnain.

Dia mengatakan untuk sekeliling pasar rencananya ke depan akan diajukan pemasangan lampu jalan, agar kondisi pasar terang saat malam hari. "Kita sudah banyak dapat pengaduan masyarakat mengenai kondisi pasar yang gelap saat malam hari,"kata Zulkarnain. (ian)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved