Sabtu, 11 April 2026

BPS Tanjungpinang Sebut 5 Komoditas Dominan Ini Pemicu Inflasi

Gultom mengungkapkan, tingkat inflasi periode Januari sampai Juni 2020 di kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar -0,37 persen.

TribunBatam.id/Istimewa
Kepala BPS Tanjungpinang, Mangamputua Gultom, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Musni Hardi K Atmaja bersama Plt Walikota, Rahma, serta intansi terkait rapat di ruang Kantor Wali kota Tanjungpinang, Rabu (22/7/2020). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Mangamputua Gultom menjelaskan inflasi kota Tanjungpinang pada Juni 2020 sebesar 0,09 persen.

Angka ini menurutnya masih sangat terkendali. Ia mengatakan ada beberapa komoditas dominan pemicu inflasi di kota Tanjungpinang seperti daging ayam ras dengan andil 0,08 persen, ikan tongkol dengan andil 0,03 persen, ikan caru, ikan selar dan sepeda motor dengan andil inflasi 0,02 persen.

"Lima komoditi ini yang mempunyai andil dominan terhadap inflasi Tanjungpinang," ucapnya di ruang rapat kantor Wali kota Tanjungpinang, Rabu (22/7/2020).

Gultom mengungkapkan, tingkat inflasi periode Januari sampai Juni 2020 di kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar -0,37 persen dan secara year on year juga mengalami deflasi sebesar -0,32 persen.

"Ini perlu diantisipasi agar produsen tetap menjalankan usahanya," sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengakui penurunan daya beli masyarakat di kota Tanjungpinang akibat pandemi Covid-19.

Hal ini, karena banyak masyarakat kehilangam pekerjaan dan pendapatan. Sehingga, kemampuan belanja rumah tangga terganggu.

Namun, Rahma berharap menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang tidak ada lonjakan harga bahan pokok secara signifikan, utamanya daging ayam.

"Saya harap setiap harga komoditi pangan di pantau, terutama daging ayam. Sebab, diperkirakan menjelang idul adha bakal terjadi kenikan permintaan daging ayam. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan," harap dia.

Tingkat inflasi Kepri periode Januari hingga Juni 2020 cenderung rendah.

Tenang, Resesi Singapura Hanya Satu Bulan

Pemkab Bintan Gelontorkan Dana Rp 15 M lebih, Dukung Pembangunan Kantor Definitif Kejari Bintan

Data dari perwakilan Bank Indonesia di Kepri menyebutkan, proyeksi inflasi di Tanjungpinang pada Juli 2020 diperkirakan masih terkendali pada kisaran 0,00 s.d. 0,20 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Musni Hardi K Atmaja menilai perekonomian Provinsi Kepri akan membaik pada fase kehidupan baru atau new normal.

Hal ini bisa berhasil bila semua pihak disiplin menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas.

"Inflasi rendah karena dampak Covid-19. Aktifitas ekonomi, pendapatan masyarakat, dan konsumsi mengalami penurunan. Permintaan juga lebih rendah," ucapnya
Musni mengatakan masyarakat bisa beraktivitas normal kembali, namun harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Jadi, jangan beranggapan bahwa Covid-19 itu sudah selesai, tapi tetap ada di tengah masyarakat.

"Kita ingin produktif aman dari Covid-19. Kalau kita disiplin, ekonomi kita tahun ini bisa baik dan lebih baik lagi. Bahkan 2021 bisa tumbuh lagi seperti sebelumnya," ucapnya.(TribunBatam.id/Endra Kaputra)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved