Jumat, 1 Mei 2026

Palestina dan Israel Terus Berperang, Selain soal Agama Ini Penjelasan 2 Negara Tak Pernah Akur

Di luar konteks agama yang sering didengar ternyata ada penjelasan sederhana tensi tinggi yang seakan tak pernah usai antara Palestina dan Israel.

Tayang:
Tribunnews
Ilustrasi. Bendera Israel di Kota Yerusalem 

Sehingga kenyataannya, perdamaian antara Palestina dan Israel sangat sulit terwujud.

Proses perdamaian telah berlangsung selama beberapa dekade.

PERALATAN TEMPUR KALAH TELAK DENGAN ISRAEL, Militer Indonesia Ternyata Unggul di Kekuatan Militer

Fakta-fakta Foto Viral Aksi Prajurit TNI Hadang Tank Tempur Israel yang Nyaris Perang dengan Lebanon

Misteri Hilangnya 10 Suku Israel Putra Yakub, Kini Hanya Ada Yehuda dan Benjamin, ke Mana Lainnya?

Tetapi sejak Kesepakatan Oslo 1993 dan 1995, belum ada harapan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Akar Masalah Palestina dan Israel

Konflik Palestina dan Israel telah berlangsung sejak awal 1900-an, ketika wilayah yang sebagian besar Arab dan Muslim masih menjadi bagian Kekaisaran Ottoman.

Tetapi usai Perang Dunia I, Inggris mendapatkan mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk membantu mendirikan negara bagi orang-orang Yahudi di wilayah tersebut.

Ratusan ribu orang Yahudi pindah ke daerah itu sebagai gerakan Zionisme.

Zionisme bagi orang Yahudi adalah untuk melarikan diri dari penganiayaan dan mendirikan negara sendiri di tanah yang dianggap sebagai tanah leluhur mereka.

(Ilustrasi) Tentara Zionis Israel ketika menanyai dua bocah Palestina.
(Ilustrasi) Tentara Zionis Israel ketika menanyai dua bocah Palestina. (The Times of israel)

Sejumlah besar orang Yahudi Timur Tengah juga pindah ke Israel, entah untuk menghindari kekerasan anti-Semit atau karena diusir secara paksa.

Kekerasan komunal antara orang Yahudi dan Arab di Palestina mulai di luar kendali.

Pada 1947, PBB menyetujui rencana membagi Palestina menjadi wilayah, yaitu untuk orang Yahudi yang disebut Israel dan untuk orang Arab yang disebut Palestina.

Sedangkan Yerusalem, kota suci bagi orang Yahudi dan Muslim menjadi zona internasional khusus.

Tetapi rencana itu tidak pernah terlaksana.

Para pemimpin Arab di wilayah itu menganggap rencana itu sebagai pencurian kolonial Eropa dan menginvasi Palestina untuk menjaga Palestina tetap bersatu.

Pasukan Israel memenangkan perang 1948, tetapi Israel mengklaim tanah melampaui batas yang ditentukan PBB.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved