Minggu, 26 April 2026

BATAM TERKINI

KABAR DUKA, Bayi Kembar Siam di Batam Meninggal Dunia Akibat Infeksi Paru

Kepergian bayi malang ini bahkan sebelum mendapat operasi pemisahan badan. Bayi kembar siam, Dzakiyah lahir pada 7 Desember 2019 di RS Elizabeth Batam

TribunBatam.id/Istimewa
Bayi kembar siam di Batam, Dzakiyah Thalita Sakhi saat dirawat di rumah sakit Batam. Ketua Tim Bayi Kembar Siam Kepri mengatakan, bayi malang ini meninggal dunia sekitar satu bulan lalu akibat infeksi paru. 

Namun bantuan pembiayaan itu tak kunjung diterima tim bayi kembar siam agar dapat menjalankan operasi pemisahan.

"Segitulah dana yang terkumpul yang kita galang dari masyarakat, dari Gubernur belum ada," jawabnya.

Jadwalkan Operasi Maret 2020

Bayi kembar siam Zakia Tanta harus menunggu dua bulan lagi agar bisa hidup normal.

Operasi pemisahan Zakia Tanta rencananya akan berlangsung di RSBP Batam, Batam pada Maret 2020.

Plt Gubernur Kepri Isdianto menjenguk bayi kembar siam yang dirawat di RSBP Batam pada Sabtu (18/1/2020)
Plt Gubernur Kepri Isdianto menjenguk bayi kembar siam yang dirawat di RSBP Batam pada Sabtu (18/1/2020) (TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Zakiyah lahir dalam kondisi kembar siam.

Namun hanya Zakia Tanta yang bisa diselamatkan karena hanya ada satu jantung dan satu hati.

Zakia Tanta dan kembarannya hidup berbagi jantung dan hati.

Manajer Medis RSBP Batam Muhammad Yanto mengatakan alasan tim medis menunggu sampai bulan Maret untuk dilakukan operasi pemisahan kondisi bayi sekitar 10 minggu.

"Kami menunggu Hemoglobin (HB) nya sebesar 13,5-10 g/dL (gram per desiliter) sedangkan berat badan mencapai 10 pons atau 5 kg," ucap Yanto.

Sedangkan kondisi bayi dijelaskan Yanto saat ini kondisi kesehatannya cukup baik, pola makan hingga sistem pencernaan dimiliki bayi kembar siam tersebut cukup baik.

Dikonfirmasi lebih lanjut, jika kondisi bayi lebih baik apakah bisa dilakukan percepatan waktu operasi, Yanto mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan.

"Bisa saja jika kondisi perkembangan bayi lebih cepat mungkin bisa disegerakan operasi tetapi jika kondisi darurat yang dimana harus segera dioperasi maka akan kita lakukan," ucap Yanto pada Minggu (19/1/2020).

Sedangkan untuk tim yang akan menangani operasi pemisahan bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan itu merupakan tim gabungan.

"Ada dokter dari luar, tim kembar siam provinsi dan tim dari beberapa dokter yang ada di Batam," tuturnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved