Selasa, 5 Mei 2026

BATAM TERKINI

KABAR DUKA, Bayi Kembar Siam di Batam Meninggal Dunia Akibat Infeksi Paru

Kepergian bayi malang ini bahkan sebelum mendapat operasi pemisahan badan. Bayi kembar siam, Dzakiyah lahir pada 7 Desember 2019 di RS Elizabeth Batam

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Bayi kembar siam di Batam, Dzakiyah Thalita Sakhi saat dirawat di rumah sakit Batam. Ketua Tim Bayi Kembar Siam Kepri mengatakan, bayi malang ini meninggal dunia sekitar satu bulan lalu akibat infeksi paru. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabar mengejutkan datang dari bayi kembar siam di Kota Batam, Provinsi Kepri, Dzakiyah Thalita Sakhi.

Bayi malang yang sempat mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Batam ini, dikabarkan meninggal dunia.

Kepergian bayi malang ini bahkan sebelum mendapat operasi pemisahan badan.

Dzakiyah merupakan anak dari Suci Risky. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai buruh industri yang tinggal di Kecamatan Nongsa itu, senantiasa mendampingi anaknya selama mendapat perawatan di RSBP Batam.

Bayi kembar siam, Dzakiyah lahir pada 7 Desember 2019 di Rumah Sakit Elizabeth Batam.

"Sudah meninggal pak, sudah dimakamkan. Sudah hampir satu bulan lalu akibat infeksi paru," ujar Ketua Tim Dokter Kembar Siam Provinsi Kepri, dr. Indrayanti, Jumat (24/7/2020).

Ia mengungkapkan, mulut bayi malang itu terus mengeluarkan cairan.

Langkah operasi belum bisa dilakukan akibat pandemi Covid-19.

Untuk pembiayaan, Indri menyebutkan bantuan pembiayaan dana operasi yang berhasil digalang pihaknya sebesar 22 juta Rupiah.

Jumlah itu menurutnya, masih jauh dari kata cukup untuk melangsungkan operasi pemisahan tubuh bayi kembar siam.

Sementara biaya untuk operasi pemisahan tubuh bayi kembar siam diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp 1,1 Milliar.

Termasuk Batam, PT Link Net Tbk Catat Traffic Internet Naik 47 Persen Selama Pandemi Covid-19

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri Ungkap Alasan Notaris Tersandung Kasus Hukum, Ini Penyebabnya

"Dana yang terkumpul itu kami galang dari partisipasi masyarakat," katanya.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto sebelumnya pernah menemui bayi kembar siam Dzakiyah di kamar operasi RSBP Batam.

Dalam kunjungannya pertengahan Januari 2020 itu, Isdianto sempat berjanji akan membantu pembiayaan operasi Dzakiya Thalita Sakhi.

Namun bantuan pembiayaan itu tak kunjung diterima tim bayi kembar siam agar dapat menjalankan operasi pemisahan.

"Segitulah dana yang terkumpul yang kita galang dari masyarakat, dari Gubernur belum ada," jawabnya.

Jadwalkan Operasi Maret 2020

Bayi kembar siam Zakia Tanta harus menunggu dua bulan lagi agar bisa hidup normal.

Operasi pemisahan Zakia Tanta rencananya akan berlangsung di RSBP Batam, Batam pada Maret 2020.

Plt Gubernur Kepri Isdianto menjenguk bayi kembar siam yang dirawat di RSBP Batam pada Sabtu (18/1/2020)
Plt Gubernur Kepri Isdianto menjenguk bayi kembar siam yang dirawat di RSBP Batam pada Sabtu (18/1/2020) (TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Zakiyah lahir dalam kondisi kembar siam.

Namun hanya Zakia Tanta yang bisa diselamatkan karena hanya ada satu jantung dan satu hati.

Zakia Tanta dan kembarannya hidup berbagi jantung dan hati.

Manajer Medis RSBP Batam Muhammad Yanto mengatakan alasan tim medis menunggu sampai bulan Maret untuk dilakukan operasi pemisahan kondisi bayi sekitar 10 minggu.

"Kami menunggu Hemoglobin (HB) nya sebesar 13,5-10 g/dL (gram per desiliter) sedangkan berat badan mencapai 10 pons atau 5 kg," ucap Yanto.

Sedangkan kondisi bayi dijelaskan Yanto saat ini kondisi kesehatannya cukup baik, pola makan hingga sistem pencernaan dimiliki bayi kembar siam tersebut cukup baik.

Dikonfirmasi lebih lanjut, jika kondisi bayi lebih baik apakah bisa dilakukan percepatan waktu operasi, Yanto mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan.

"Bisa saja jika kondisi perkembangan bayi lebih cepat mungkin bisa disegerakan operasi tetapi jika kondisi darurat yang dimana harus segera dioperasi maka akan kita lakukan," ucap Yanto pada Minggu (19/1/2020).

Sedangkan untuk tim yang akan menangani operasi pemisahan bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan itu merupakan tim gabungan.

"Ada dokter dari luar, tim kembar siam provinsi dan tim dari beberapa dokter yang ada di Batam," tuturnya.

Terkendala Biaya

Operasi pemisahan bayi kembar siam yang direncanakan Maret 2020 mendatang di Rumah Sakit (RS) Badan Pengusahaan (BP) Batam sempat terkendala biaya.

Dari BPJS Kesehatan hanya dapat menanggung biaya Rp 11 juta untuk operasi bayi kembar siam tersebut.

Selebihnya, masih kekurangan banyak biaya.

Sebab total biaya pemisahan bayi kembar siam asal Batam ini mencapai Rp 1,1 miliar.

Mendapat kabar soal bayi kembar siam tersebut, Plt Gubernur Kepri Isdianto mendatangi Rumah Sakit BP Batam, Sekupang, Batam pada Sabtu (18/1/2020) .

Isdianto datang untuk melihat langsung kondisi bayi kembar siam bernama Zakiah itu.

Isdianto mengatakan, dia baru sempat menjenguk bayi kembar siam tersebut Sabtu ini dikarenakan aktivitasnya yang cukup padat.

Dalam kunjungan itu, Isdianto mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kepri akan mengcover seluruh pembiayaan operasi kedua bayi tersebut.

"Nanti kita ambil dari dana alokasi kesehatan untuk membantu operasi bayi kembar," ujar Isdianto.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sebagai bentuk dari hadir dan kepedulian pemerintah provinsi untuk masyarakatnya.

Menurut Menejer Medis RSBP Batam, biaya operasi pemisahan bayi kembar siam itu diperkirakan akan memakan biaya kurang lebih Rp 1,4 miliar.

Orang Tua sedih

Suci Risky (33), tak kuasa menahan buliran air mata yang jatuh saat memandangi bayi laki-laki hasil pernikahannya dengan Hidayan yang ternyata lahir dalam kondisi kembar siam.

Zakia Tanta, itulah nama yang diberikan pada buah hatinya yang kini dalam perawatan tim medis kesehatan Rumah Sakit BP Batam, Sekupang Batam.

Wanita yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan industri di Punggur Batam tersebut tak menyangka anak ketiganya bakal lahir dengan kondisi fisik yang tidak normal.

Pasalnya, sejak Zakia dalam kandungan tak pernah terdeteksi ada masalah dengan bayinya.

Bahkan, saat lahir ke dunia tanggal 7 Desember 2019 pun, bayinya tersebut lahir secara normal di rumah sakit.

Sembari duduk di sofa Rumah Sakit Badan Pengusaha Batam, Jumat (17/1/2020), kepada TRIBUNBATAM.id, Suci Risky bercerita bahwa kelahiran sang bayi yang kini berusia 40 hari dengan berat badan 8 kg tersebut membuatnya kaget.

Selama Suci mengandung, tidak ada gejala ataupun masalah yang dihadapinya.

Bahkan saat ia melakukan pemeriksaan USG, bayi nya dinyatakan sehat oleh dokter.

Namun, saat melahirkan ia harus menahan rasa sakit dan kaget yang luar biasa.

"Waktu saya mengandung bayi ini hingga usia 7 bulan saya masih aktif bekerja di salah satu perusahaan industri di Punggur. Selama mengandung kehamilan ada 4 kali saya lakukan pemeriksaan di USG," ujarnya Suci.

Waktu itu, kontrak kerja saya berakhir pada usia kandungan 7 bulan, dan saya putuskan tidak lanjut dan ingin fokus hingga melahirkan.

"Namun, Allah berkata lain, saya melahirkan bayi dengan kondisi seperti ini. Mungkin ini cobaan ya," kata Suci terlihat tegar.

Bahkan Suci berupaya menutupi kesedihannya dengan selalu melemparkan senyuman bagi orang yang menghampirinya.

Selama mengandung, ia mengaku selalu menjaga kondisi janinnya.

"Untuk asupan makanan pun saya selalu berimbang, sama seperti ibu-ibu lainnya," kata Suci.

Setidaknya ia telah 4 kali konsultasi ke dokter.

Ibu dengan tiga orang anak itu mengaku siap menerima bayinya jika memang hanya satu saja yang bisa diselamatkan.

"Ini merupakan anak ketiga saya, yang pertama sudah berusia 9 tahun. Saat ini duduk di bangku Sekolah Dasar," sebutnya.

Saat ini, Suci berharap uluran tangan semua pihak agar dapat meringankan beban biaya operasi pemisahaan sang anak. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing/Alamudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved