Breaking News:

TRAFFICKING ABK KAPAL

Berperan Sebagai Direktur dan Komisaris, Begini Pembagian Tugas Pelaku Trafficking ABK Kapal 

Empat tersangka tiba di Batam, Jumat (24/7/2020) melalui Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 17:00 WIB. Ini peran dan tugas mereka.

Penulis: | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU
Direktorat Reserse kriminal Umum Polda Kepri menggelar konferensi pers pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap ABK Kapal Lu Huang Yuan Yu 

Editor : Tri Indaryani

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap Anak Buah Kapal (ABK) kapal Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118 berhasil diungkap subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri.

Saat ini, Tim Subdit IV Ditreskrimum yang dipimpin Kasubdit IV Ditreskrimum Polda kepri mengamankan 6 tersangka di beberapa daerah di pulau Jawa

"Empat orang dibawa ke Polda Kepri 2 lainnya ditangani Polda Jawa Tengah dengan atas keterlibatan kasus lainnya," ujar Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, Sabtu (25/7/2020).

Enam tersangka tersebut diduga menjadi dalang perekrut para korban yang dipekerjakan sebagai ABK kapal.

Arie menjelaskan, peran pelaku yang diamankan pihaknya yakni Harsono (56) ia sebagai Direktur PT Gigar Marine Internasional, Taufiq Alwi (40) sebagai  Komisaris PT Makmur Jaya Mandiri, Totok Subagyo Direktur Utama PT MJM, Laila Qadir Direktur PT Nofarica Agatha.

Ia mengatakan, dua tersangka lain yakni Sustriyono merupakan Komisaris PT Mandiri Tunggal Bahari dan Muhamad Hoji merupakan Direktur PT Mandiri Tunggal Bahari saat ini tengah ditangani di Polres Tegal, Polda Jawa Tengah.

Generasi Sekarang Layak Meniru Ojong, Jangan Cuma Tik-tok-an

Diduga Palsukan Dokumen, Polda Kepri Amankan 6 Tersangka Pelaku Trafficking ABK Kapal

Empat tersangka yang dibawa ke Polda Kepri tersebut tiba di Batam, Jumat (24/7/2020) melalui Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 17:00 WIB.

Dengan dibawanya keempat tersangka tersebut saat ini total lima tersangka yang diamankan di Polda Kepri guna menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Keempat tersangka yang dibawa tersebut diduga melakukan perekrutan pekerja Migran Indonesia tidak sesuai prosedur serta memalsukan dokumen yang digunakan para pekerja untuk bekerja di luar negeri.

"Keempat tersangka termasuk mandor kapal tersebut sudah terlibat kasus TPPO terhadap ABK kapal," ujarnya.

Tim gabungan TNI polri beberapa waktu lalu menyelamatkan 22 orang ABK Kapal dari Lu Huang Yuan 117 dan 118 di mana di dalam kapal Lu Huang Yuan Yu 118 terdapat jenazah salah seorang ABK kapal yang telah lama meninggal dan disimpan dalam freezer sotong kapal tersebut. (TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved