Suwandi Ayah Yodi Prabowo Editor Metro TV Tak Percaya Anaknya Bunuh Diri, Beber Beberapa Fakta Ini
Ayah editor Metro TV Yodi Prabowo, Suwandi tak percaya bila anaknya depresi lalu bunuh diri.
Editor : Anne Maria
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Polisi menduga kematian Yodi Prabowo murni bunuh diri.
Dugaan tersebut disimpulkan dari keterangan para saksi serta bukti-bukti yang didapatkan polisi terkait kematian sang Editor Metro TV.
Namun demikian, pihak keluarga tidak percaya dengan hal tersebut.
Ayah editor Metro TV Yodi Prabowo, Suwandi tak percaya bila anaknya depresi lalu bunuh diri.
Suwandi mengaku kecewa dengan kesimpulan penyelidikan Polisi atas kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo.
Pasalnya Suwandi meyakini bahwa Yodi Prabowo sama sekali tidak depresi.
Belum selesai melanjutkan ucapannya, Suwandi terhenti karena menahan tangis.
Suwandi mengatakan selama ini editor Metro TV Yodi Prabowo sama sekali tak menunjukan sikap seperti orang depresi.
"Tadi dikatakan anak saya depresi dari hasil labfor mungkin anak saya seperti ya, di hari-harinya itu dia tidak menampakan depresi, dia masih berangkat kerja, masih mau antar ibunya mencari tukang urut karena adiknya tidak bisa jalan.
Kalau orang depresi menurut saya paling gak dia tidak bisa kerja, dia tidak ada harapan, dia ada harapan hari-harinya," kata Suwandi.
Suwandi bercerita Yodi Prabowo sempat membeli laptop milik temannya.
Laptop yang dibeli Yodi Prabowo mneurut Suwandi digunakan untuk mencari uang tambahan biaya nikah.
"Ada satu sebelum kejadian 1 bulan dia beli laptop bekas temannya untuk mencari uang tambahan karena dia berkeinginan untuk menikah,
berarti kan dia masih ada harapan, kalau orang depresi pasti malas, mandi aja malas," kata Suwandi.