Tersisa 1 Keluarga di Kampung Ini, Warga Lain Memilih Pindah, Penghuni Bertekad Tinggal Sampai Mati
Ratusan warga yang sempat tinggal memilih pindah sejak beberapa tahun lalu. Keluarga tersebut bertekad tinggal di rumahnya hingga ajal menjemput.
"Saya sudah tekad tinggal di sini sampai mati," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu, (25/7/2020).
Ia mengaku sudah sering mendapat tawaran berpindah dan berganti pekerjaan.
• Ibu Kandung di Bitung yang Ajak sang Anak Bercinta Kini Diusir dari Kampung, Ini Pengakuannya
• Komisi I DPRD Batam Bahas Relokasi Warga RW 05 Kampung Seraya Atas, Begini Hasilnya
• Terkait Fox Hunt, FBI: China Ancam Warganya di AS untuk Pulang ke Kampung Halaman
Namun ia menolak, sebab ia hanya bisa menjaring ikan.
Maka dari itu ia sangat berat meninggalkan rumahnya yang dekat dengan laut.
Kondisi rumah Rukani memang dikelilingi air laut.
Bagian belakang rumahnya terdapat beberapa perahu yang ia jadikan mencari ikan.
Di dalam rumahnya terdapat ruang keluarga yang tidak lebar tapi cukup untuk tempat berkumpul.
Serta dua kamar tidur untuk dia dan istrinya dan dua anaknya.
Dia menceritakan, para tetangganya sudah berpindah sejak 2006 silam.
Alasan tetangganya yang berpindah cuma satu, dukuh tersebut memang tidak bisa selamat dari abrasi.
Sampai kini, sekitar rumah Rukani sudah terutup air laut.
Satu musala yang dijadikan tempat ibadah warga dukuh dulu, kata dia, sudah mangkrak dan hampir tenggelam.
Dia berharap bupati yang terpilih nanti dapat memperhatikan kondisinya.
Terlebih lagi, bisa memberi solusi kemudahan bagi dirinya agar mudah menjalankan aktivitas menjaring ikan.
Pada Pilkada 2020 nanti, ia menyampaikan akan menggunakan hak suaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kampung-hanya-satu-keluarga.jpg)