Rabu, 6 Mei 2026

Tertular dari Pemiliknya, Seekor Kucing Peliharaan di Inggris Dinyatakan Positif Covid-19

Seekor kucing peliharaan di Inggris dinyatakan positif Covid-19. Penemuan ini jadikannya sebagai hewan pertama di Inggris yang terjangkit virus Corona

Tayang:

Namun semua itu mendapatkan tentangan dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Ia bahkan balas menuding Inggris dan Amerika Serikat telah memutarbalikkan fakta.

"Pengujian yang dilakukan (pada 15 Juli) tidak menciptakan ancaman bagi pesawat ruang angkasa lainnya," kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa itu tidak melanggar hukum internasional.

Moskow mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah menggunakan teknologi baru untuk melakukan pemeriksaan pada peralatan ruang angkasa Rusia.

Namun AS dan Inggris mengatakan mereka prihatin tentang aktivitas satelit tersebut.

"Kami prihatin dengan cara Rusia menguji salah satu satelitnya dengan meluncurkan sebuah proyektil dengan karakteristik senjata," ungkap kepala direktorat ruang angkasa Inggris, Wakil Angkatan Udara Marsekal Harvey Smyth, pada Kamis (23/7/2020).

Ini pertama kalinya Inggris melakukan tuduhan tentang pengujian senjata Rusia di ruang angkasa dan muncul beberapa hari setelah penyelidikan mengatakan bahwa pemerintah Inggris 'sangat meremehkan' ancaman yang datang dari Rusia.

Departemen Amerika Serikat (AS) juga mengamati apa yang dia tuduh digunakan Rusia sebagai "sesuatu yang tampaknya menjadi persenjataan anti-satelit yang sesungguhnya di dalam orbit."

AS dan Rusia berencana mengadakan perundingan bilateral soal keamanan ruang angkasa di Vienna pekan depan, rencana pertama sejak 2013.

Perundingan itu akan menjadi kesempatan untuk menegaskan bahwa "ruang angkasa bukanlah teritorial yang tidak punya hukum mau pun aturan," ungkap seorang Asisten Menteri Luar Negeri bidang Keamanan Internasional dan non-proliferasi, Christopher Ford.

Apa yang Rusia katakan soal uji coba satelitnya?

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (24/7/2020) sebagaimana dikutip BBC, Menteri Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa salah satu satelit "penilik" negara itu telah "melakukan pemeriksaan terhadap pesawat ruang angkasa Rusia dalam jarak dekat dengan menggunakan peralatan pesawat ruang angkasa kecil khusus."

Menurut Menlu Rusia, operasional tersebut tidak melanggar aturan atau prinsip-prinsip apa pun dalam hukum internasional.

Ada pun Menlu Rusia kemudian menuduh AS dan Inggris tengah "berusaha kembali memutarbalikkan fakta untuk membenarkan langkah-langkah mereka menggunakan senjata di ruang angkasa dan mengumpulkan dana untuk tujuan itu."

"Kami menganggap serangan anti-Rusia terbaru ini sebagai bagian dari kampanye informasi yang diprakarsai oleh Washington yang berfokus untuk mengucilkan kegiatan ruang angkasa Rusia," ungkap pernyataan tersebut, dikutip oleh kantor berita Interfax.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved