Rabu, 22 April 2026

IDUL ADHA 2020

Sudah 3.534 Ekor Sapi Masuk ke Batam, Pemotongan Hewan Kurban Wajib Ikut Prokotol Kesehatan

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, seluruh sapi itu dites PCR terlebih dahulu.

Editor: Dewi Haryati
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
ILUSTRASI sapi hewan kurban. Total sapi yang masuk ke Batam saat ini untuk perayaan Idul Adha sudah 3.534 ekor 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Jelang perayaan Idul Adha 1441 Hijriah, sebanyak 3.534 ekor sapi diketahui masuk ke Batam. 70 persen dari keseluruhan sapi itu adalah jenis ras Bali.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, seluruh sapi itu dites PCR terlebih dahulu.

“Semua wajib tes PCR untuk menghindari Virus Jembrana,” ujar dia kepada Tribun Batam, Rabu (29/7/2020).

Lanjutnya, tes sendiri dilakukan baik sapi dari Lampung, Bali, Jambi, dan Pekanbaru. Mardanis menuturkan, dilakukannya tes tak ada kaitannya dengan Covid-19.

Sebab, tes PCR sendiri telah dilakukan jauh hari sebelum Covid-19 melanda.

Hanya 2 Menit, 15 Rumah di Desa Dendun Bintan Rusak Diterjang Angin Kencang, Tak Ada Korban Jiwa

Inilah Berbagai Manfaat Jahe Merah untuk Kesehatan Tubuh

“Sudah ada edaran dari Gubernur beberapa waktu lalu. Sapi ras Bali wajib tes PCR,” tambah dia.

Pelaksanaan tes juga sempat menimbulkan dinamika di kalangan pedagang. Dikarenakan, beberapa pedagang menganggap tes PCR digelar sejak Covid-19 ada.

Padahal, tes PCR pada sapi sendiri bukan dilakukan swab.

“Darah yang diambil,” ungkapnya.

Untuk jumlah sapi di Batam, lanjutnya, kemungkinan akan ada penambahan. Jika diperkirakan, akan terjadi penambahan sekira 10 persen dari jumlah keseluruhan saat ini.

Sedangkan untuk kuota kambing, Kota Batam mendatangkan sebanyak 10.446 ekor kambing.

Wajib Ikut Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis mengatakan, pemotongan hewan kurban Idul Adha nanti wajib mengikuti protokol kesehatan.

Bahkan, beberapa titik, pihaknya akan membentuk tim pengawas. Seperti di Masjid Agung Batam, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam, serta Masjid Polda Kepri.

Tim pengawas sendiri, tambahnya, terdiri dari tim gabungan di antaranya Pemerintah Kota (Pemko) Batam, petugas karantina, dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Batam.

“Kami hanya sanggup mengawasi yang besar-besar saja lokasi pemotongannya,” ujar Mardanis, Rabu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved