Senin, 20 April 2026

China Tuduh Amerika Serikat Miliki Niat Memicu Perang Dingin: Kami Tak Tertarik

China tuding Amerika Serikat berniat untuk picu perang dingin antara keduanya. Lantas apa alasan China mengeluarkan tuduhan tersebut? Simak ulasan ini

ndtv.com
Tuding Amerika Serikat punya niat picu perang dingin, China: kami tak tertarik. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) terus berlanjut.

Terbaru, China menuding Amerika Serikat berniat untuk memicu perang dingin antara keduanya.

Lantas apa alasan China mengeluarkan tuduhan tersebut?

Hal itu tak lepas dari beberapa politisi yang mencari kambing hitam demi meningkatkan dukungan jelang Pilpres AS november mendatang, seperti diberitakan Kontan, Kamis (30/7/2020).

Presiden AS Donald Trump mengidentifikasi China sebagai saingan utama Barat, dan menuduh Presiden Xi Jinping mengambil keuntungan atas perdagangan dan tidak mengatakan yang sebenarnya tentang wabah virus corona baru.

Ditanya, apakah dia melihat Perang Dingin yang baru, Duta Besar China untuk Inggris Liu Xiaoming menyebutkan, AS telah memulai perang dagang dengan China dan tidak akan ada pemenang dari pendekatan semacam itu.

China vs AS Memanas, Dua Pesawat Pembom Tiongkok Gelar Simulasi Perang di Laut China Selatan

"Bukan China yang bersikap tegas.

Sisi lain Samudra Pasifik yang ingin memulai Perang Dingin baru di China, jadi kami harus menanggapinya," kata Liu kepada wartawan di London, Kamis (30/7), seperti dikutip Reuters.

"Kami tidak tertarik pada Perang Dingin, kami tidak tertarik pada perang apa pun," tegasnya.

Kambing hitamkan China

"Kita semua telah melihat apa yang terjadi di Amerika Serikat, mereka mencoba untuk mengkambinghitamkan China, mereka ingin menyalahkan China atas masalah mereka," ujar Liu.

"Kita semua tahu ini adalah tahun pemilihan".

Duta Besar China tidak menyebut nama calon Presiden Trump ataupun Joe Biden.

Tetapi, dia menyatakan, beberapa politisi AS melakukan dan mengatakan apa pun untuk terpilih menjadi Presiden negeri uak sam berikutnya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved