Breaking News:

Amonium Nitrat yang Meledak di Beirut Ternyata Barang Sitaan dan Berasal dari Rusia

Bahan kimia berbahaya yang diduga menjadi sumber dalam ledakan dahsyat di Beirut Lebanon ternyata merupakan barang sitaan.

Editor: Anne Maria
AFP
Respons cepat, pasca-ledakan di Beirut, Lebanon berbagai negara tawarkan bantuan. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, LEBANON - Ledakan dahsyat terjadi di Beirut Lebanon.

Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan korban luka-luka. Bahkan sekitar 300 ribu penduduknya kehilangan tempat tinggal mereka.

Dikabarkan jika ledakan tersebut akibat kebakaran yang terjadi di gudang bahan kimia di pelabuhan.

Bahan kimia berbahaya yang diduga menjadi sumber dalam ledakan dahsyat di Beirut Lebanon ternyata merupakan barang sitaan.

Kargo berisi 2.750 ton amonium nitrat tersebut disita pada tahun 2013 dari sebuah kapal asing yang berada di kawasan perairan Lebanon.

Bahan kimia yang sering digunakan untuk pupuk dan pembuatan bom tersebut kemudian di simpan di Hanggar 12 pelabuhan Beirut yang kini telah menjadi sebuah lubang kawah pasca-ledakan. 

Tumpukan bahan kimia tersebut ditemukan di atas kapal kargo milik Rusia yang mengibarkan Bendera Moldova.

Kapal yang diberi nama Rhosus (menurut informasi dari situs pelacakan kapal, Fleetmon) tersebut, sedang dalam perjalanan dari Georgia ke Mozambik.

Menurut pengacara yang mewakili awak kapal, kapal pengangkut barang itu terpaksa berlabuh di Beirut setelah menghadapi masalah teknis di laut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved