Selasa, 12 Mei 2026

KEPRI TERKINI

Alhamdulillah, Hasil Swab Test 702 Warga Kepri Negatif

Dari 998 sampel swab yang diambil, sebanyak 652 orang dinyatakan negatif. Begitu juga 50 warga asal Kepri di Jakarta hasilnya negatif. Total 702 orang

Tayang:
TRIBUNBATAM/ENDRA
Warga Tanjungpinang saat jalani tes swab di halaman RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, Sabtu (1/8/2020) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Meledaknya kasus Covid-19 dari dua klaster, Kantor Gubernur Kepri dan Bhayangkara, membuat Tim Gugus Tugas Pemprov Kepri menggelar tes swab massal sejak akhir pekan lalu.

Hampir 1.000 warga yang ikut dalam acara penyambutan Gubernur Kepri serta orang-orang yang diduga kontak dengan pasien positif ikut pengambilan swab di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang.

Pengambilan swab dilakukan pada 28 Juli hingga 6 Agustus lalu.

Sebagian besar hasil lab BTKLPP Batam sudah keluar.

Dari 998 sampel swab yang diambil, sebanyak 652 orang dinyatakan negatif.

Begitu juga 50 warga asal Kepri di Jakarta yang ikut syukuran di hotel usai pelantikan Gubernur Isdianto, semuanya negatif.

Sehingga, totalnya sudah 702 orang negatif.

“Alhamdulillah, Jumat ini penuh berkah. 652 sampel sudah keluar dengan hasil negatif. Ini dari pengambilan di RSUP Ahmad Thabib. Kita harap sisa sampel yang keluar semua negatif,” kata Arif di Dompak, Tanjungpinang, Jumat (7/8/2020).

Calon Taruni Akpol Terkonfirmasi Covid-19 Dipastikan tak Bisa Lanjutkan Seleksi, Ini Sebabnya

Arif berterimakasih pada semua pihak yang bergerak cepat melakukan tracing sehingga spesimen sample bisa segera terkumpul.

Terutama tenaga medis di RSUP Ahmad Thabib, RSUD Embung Fatimah dan RSKI Galang. Juga tim di BTKLPP Batam yang harus lembur mempercepat hasilnya.

“Yang paling penting adalah kesdaran masyarakat datang ke lokasi pengambilan sample swab,” kata Arif.

Meski demikian, kasus positif Covid-19 dari klaster Pemprov Kepri masih ada. Plt Walikota Tanjungpinang Rahma mengumumkan penambahan 12 kasus baru.

Delapan berasal dari klaster Pemprov Kepri. Yakni kasus 76 (Tn.DB, 46 tahun), kasus 77 (Ny.FA, 32 tahun), kasus 78 (Tn. AK, 34 tahun), kasus 79 (Ny.Ve, 39 tahun), kasus 80 (Ny.SM, 58 tahun), kasus 82 (Tn.HP, 35 tahun), kasus 84 (Tn.AF, 27 tahun), serta kasus 85 (Tn.WS, 33 tahun).

Rahma juga mengumumkan adanya dua tenaga medis yang tertular dari pasien yang mereka rawat dan saat melakukan tracing.

Yaitu kasus 81 (Ny. DF, 34 tahun) dan kasus 83 (Tn.DB, 25 tahun).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved