Breaking News:

CALON TARUNA AKPOL TERGANJAL CORONA

HASIL Tes Swab Calon Taruni Akpol Kepri Negatif saat Test Mandiri, Ini Penjelasan Kepala BTKL-PP

Calon taruni Akpol asal Kepri mempertanyakan perbedaan hasil swab test antara RS Bhayangkara dan swab mandiri. Lantas, apa kata pihak BTLK-PP?

TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU
Kepolisian daerah (Polda) Kepri menggelar konferensi pers terkait kabar yang sempat viral di twitter yang menyebut ranking pertama calon taruna Akpol Kepri gagal karena Covid-19. 

Editor : Tri Indaryani

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang taruni Akpol asal Kepri gagal melaju ke tahapan seleksi selanjutnya setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dalam postingan salah satu akun twitter menyebutkan setelah mendapatkan hasil tes di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Calon Taruni Akpol tersebut melakukan tes swab secara mandiri di salah satu fasilitas kesehatan dan mendapatkan hasil Negatif Covid-19.

Lalu apa kata pihak BTLK-PP?

Kepala BTKL-PP Batam, Budi Santosa mengatakan pihaknya hanya menerima sampel yang telah diambil oleh RS Bhayangkara Polda Kepri.

Kita menerima sampel swab PCR Test, Rabu 29 Juli 2020 sebanyak 43 sampel dan sampel yang kami terima dari RS Bhayangkara tersebut kami lakukan pemeriksaan," sebutnya dalam konferensi pers yang digelar di Polda, Sabtu (8/8/2020).

Budi menjelaskan, semua sampel yang dikirim ke pihaknya dilengkapi dengan data serta fotocopy KTP yang disertakan pada setiap sampel.

Calon Taruna Akpol Terkonfirmasi Covid-19 Dipastikan tak Bisa Lanjutkan Seleksi, Ini Sebabnya

"Kemudian sampel tersebut dilakukan pemeriksaan melalui PCR di laboratorium BTKL PP Kota Batam pada hari yang sama. Dan tanggal 30 Juli 2020 hasil telah keluar dan di-publish serta dikirim tanggal 31 Juli 2020," ujarnya.

Untuk hasil berbeda yang seperti di dalam postingan, Budi menjelaskan prinsip Polymeras Chain Reaction (PCR) tes Sweb memiliki berbagai versi.

"Sehingga jika PCR tes swab dilakukan dengan satu alat dan satu analisis, hasilnya pun dapat berbeda-beda," jelasnya.

Budi juga menyebutkan setiap kompetensi tenaga analisis serta tenggang waktu pengambilan sampel juga mempengaruhi hasil pemeriksaan sampel.

"Untuk kasus ini masa inkubasi selama 1 sampai 14 hari jadi kemungkinanya berubah bisa saja. Itu sangat mungkin terjadi perubahan karena ini berkaitan dengan pola dan mekanisme tubuh serta daya tahan tubuh," ujarnya.

Ia juga menyebutkan Taruni Akpol tersebut jika merasa kurang yakin harusnya melakukan tes swab kembali di BTKL-PP Batam.

Hal itu lantaran pihaknya menggunakan satu alat dan analisi yang sama dalam melakukan pemeriksaan PCR tes swab.

"Lab BTKL PP telah melakukan pemeriksaan sampel untuk kasus Covid-19 ini hampir 12.000 sampel, pemeriksaan yang kita lakukan selama inj  berdasarkan dari Surat Keputusan Kementerian Kesehatan, di dalam SK tersebut telah ditentukan laboratorium mana saja yang dapat melakukan pemeriksaan swab test dan kita dari BTKL PP Kota Batam yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan hasil swab tersebut pada wilayah Provinsi Kepri," jelasnya. (TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN)

Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved