CALON TARUNA AKPOL TERGANJAL CORONA
KOMPOLNAS Sarankan Calon Taruni Akpol Terkonfirmasi Covid-19 Lapor ke Propam, Ini Tanggapan IPW
Poengky Indarti mengatakan, untuk proses seleksi di tubuh kepolisian, sudah menerapkan sistem Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah)
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan tanggapannya terkait gagalnya seorang calon Taruni Akpol, peraih nilai tertinggi di Polda Kepri akibat Covid-19.
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, untuk proses seleksi di tubuh kepolisian, sudah menerapkan sistem Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (Betah).
"Sistem ini diterapkan mulai awal seleksi di tingkat panitia daerah hingga seleksi di tingkat pusat. Sepengetahuan saya, sistem tersebut sudah berjalan dengan baik dan diawasi oleh pengawas internal dan eksternal," ujar Poengky pada Sabtu (8/8/2020).
Ia melanjutkan, saat seleksi di tengah pandemi, kepolisian melaksanakan sistem seleksi dengan menaati protokol Covid-19.
Terkait kejadian di Kota Batam, Poengky menyarankan kepada calon Taruni Akpol yang gagal itu, jika merasa ada kejanggalan maka bisa melaporkan hal tersebut.
• Kronologi Meninggalnya Hendri Warga Batam dari Kasat Narkoba Polresta Barelang: Sempat Sesak Napas
• Direstui Pusat Usung Rudi-Amsakar di Pilkada Batam, PKS Minta Ahmad Hijazi Legawa, Terima Kasih
"Maka saya menyarankan yang bersangkutan melaporkan ke Propam sebagai pengawas internal Polri dengan membawa bukti- bukti yang dapat memperkuat dalilnya," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan melaporkan hal tersebut Propam dapat memeriksa dan menelusuri berdasarkan bukti-bukti yang ada untuk menemukan kebenarannya.
"Demikian pula dengan adanya laporan resmi, maka Kompolnas akan dapat melakukan klarifikasi kepada Polda Kepri," kata Poengky.
Protokol kesehatan yang diterapkan oleh Polri tersebut dikatakan Poengky untuk menjaga kemungkinan terburuk di tengah pandemi.
"Kita semua harus berupaya menjaga kesehatan agar terhindar dari Covid-19, sekaligus menjaga agar Polri tetap bersih dan konsisten dengan sistem Betah dalam menjalankan seleksi," ujarnya.
Terpisah, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, dalam penerimaan seleksi taruna Akpol sering terjadi keluhan.
"Berbagai keluhan memang kerap bermunculan di setiap penerimaan Akpol, mulai dari isu bayar-membayar hingga lainnya," ujarnya saat dimintai tanggapan.
Menurut Neta, di beberapa daerah masih terjadi masalah dalam proses perekrutan walaupun pihak Polri mengklaim proses seleksi yang dilakukan sudah transparan.
Untuk kasus yang terjadi di Kepri, Neta meminta Mabes Polri untuk mengusutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0808komisioner-kompolnas-poengky-indarti.jpg)