Jumat, 15 Mei 2026

Mahathir Mohamad Mendirikan Partai Independen, Siap Goyangkan Singgasana Muhyiddin Yassin?

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dikabarkan tengah mendirikan partai politik barunya. Independen, untuk menggoyang singgasana Muhyiddin Yassin.

Tayang:
twitter/malaysiakini
Mahathir Mohamad dan Muhyiddin Yassin - Mahathir Mohamad mendirikan partai independen, ini visi misinya. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPURMahathir Mohamad dikabarkan tengah mendirikan partai politik barunya.

Pada Jumat (7/8/2020), Mantan Perdana Menteri Malaysia tersebut mengumumkan akan keputusannya mendirikan partai politik.

Adapun partai politik baru milik Mahathir Mohamad bersifat independen.

Ditujukan untuk menggoyang singgasana Muhyiddin Yassin sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Berbicara pada konferensi pers di Yayasan AlBukhary, politisi berjuluk Dr M itu mengatakan, nama partai barunya belum diputuskan.

Partai baru itu akan didaftarkan, tapi tak akan menjadi bagian koalisi Perikatan Nasional (PN) yang sedang berkuasa sekarang, atau Pakatan Harapan (PH) sebagai koalisi opisisi.

Kerap Dikritik Mahathir Mohamad, Najib Razak Ungkap Ingin Bersihkan Namanya Dahulu

Pembentukan partai baru ini diumumkan Mahathir Mohamad setelah pada Jumat pagi Pengadilan Tinggi Malaysia menolak gugatan yang diajukannya terhadap Parti Pribumi Bersatu Malaysia atau Partai Bersatu, karena mencabut keanggotaannya.

Bersatu adalah partai yang didirikan Dr M pada 2016.

Pada konferensi pers Mahathir berkata, partainya berbasis Melayu dan akan fokus pada pemberantasan korupsi, serta menjanjikan Malaysia "sekali lagi akan jadi macan Asia".

"Partai ini akan didasarkan para perjuangan untuk orang-orang Melayu dan pribumi.

Ini karena partai yang berbasis Melayu dan pribumi sekarang telah menggadaikan martabat ras dan agama mereka, dan mengalihkan fokus ke kelompok yang haus kekuasaan," terang pria berusia 95 tahun itu dikutip dari Channel News Asia.

Dia menambahkan, partainya akan independen pada awalnya, karena dia punya beberapa "masalah" dengan salah satu pihak dalam koalisi PH.

"Kami ingin bekerja dengan Pakatan Harapan, tetapi kami memiliki beberapa masalah dengan salah satu pihak," ujar Dr M tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pada Mei lima anggota Bersatu dipecat termasuk Mahathir, karena bertentangan dengan konstitusi partai, kata PM Malaysia Muhyiddin Yassin.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved