Senin, 11 Mei 2026

Sama-sama Pamer Otot Militer, Siapa Paling Kuat Bila AS dan Tiongkok Perang di Laut China Selatan

Dahulu China bukanlah apa-apa. Negara ini bahkan pernah dihabisi Jepang. Dalam hal ekonomi dan kekuatan militer, China dahulu tak segarang sekarang.

Tayang:
AFP PHOTO
Ilustrasi. Latihan Kapal Perang Angkatan Laut Tiongkok di Laut China Selatan. Di kawasan ini Amerika dan China pamer otot militer 

Editor: Azmi S

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Dahulu China bukanlah apa-apa.

Negara ini bahkan pernah dihabisi Jepang.

Dalam hal ekonomi dan kekuatan militer, China dahulu tak segarang sekarang.

Seakan menjelma menjadi kekuatan baru global, Tiongkok tercitrakan menantang sejumlah negara.

Amerika Serikat (AS) yang dikenal lama sebagai polisi dunia tak luput dari konflik Negeri Panda tersebut.

AS Bikin HUAWEI Minta Ampun, Raksasa Teknologi China Itu Terkucilkan Dikabarkan Stop Produksi Chip

CHINA makin Berani ke AS, Pejabat Tiongkok Ejek Donald Trump dan Tawarkan Uang Rp 1,4 Juta

Kepala Intelijen AS: China Ingin Donald Trump Kalah dalam Pilpres 2020

Ketegangan AS dan China juga terjadi beberapa bulan terakhir.

Di Laut China Selatan misalnya, dua negara pamer otot militer meski AS masih tampak unggul. 

Dari data yang ada sudah pasti yang lebih kuat adalah AS.

Namun, jika menyangkut perairan pesisir China, kekuatan maritim China plus kekuatan tempur darat vs kekuatan maritim AS, sulit untuk mengatakan pihak mana yang lebih kuat.

Bila perang belum pecah, maka belum ada kepastian siapa yang lebih unggul.

Tergelincir saat Mendarat, Pesawat Air India Terbelah Tewaskan 18 Penumpang

Kondisi Kesehatan Membaik, Dinas Kesehatan Karimun Tunggu Hasil Swab Covid-19 Pasien 07

6 WNA Asal Ukraina Terpapar Covid-19 Batal Dikarantina di LPMP Kepri, Semua di Rumah Singgah

Pemimpin redaksi media China, Global Times, Hu Xijin dalam tulisannya mengatakan, jika menyangkut kepentingan inti China, Taiwan, misalnya, melewati batas atau garis merah China, karena didorongan AS dan mengarah pada pertarungan militer maka pada saat itu akan ada adu kekuatan.

"Siapa yang berada di atas angin dalam situasi itu?

Itu adalah kombinasi dari kekuatan militer ditambah moralitas ditambah keinginan untuk bertempur," tulisnya.

Karena itu, Xijin mengatakan, AS harus diingatkan untuk menjauhkan diri dari kepentingan inti China.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved