Sabtu, 11 April 2026

Tak Mau Tragedi Beirut Terulang, Polda Kepri dan Jaksa Cek 448,4 Ton Amonium Nitrat di Gudang BC

ajaran Polda Kepulauan Riau dan Kejaksaan Negeri Karimun mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri

TRIBUNBATAM/ELHADIF
Petugas Kanwil DJBC Kepri mengecek amonium nitrat di gudang bea dan cukai 

Editor: Agus Tri Harsanto

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Jajaran Polda Kepulauan Riau dan Kejaksaan Negeri Karimun mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Jumat (6/8/2020).

Kedatangan dua isntansi ini guna melihat kondisi titipan kejaksaan berupa ammonium nitrat yang disimpan di gudang penyimpanan barang bukti Kanwil DJBC Khusus Kepri.

"Kegiatan ini diadakan dalam rangka tindak lanjut penyelesaian barang bukti," kata Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto, Minggu (9/8/2020).

Agus mengatakan proses penanganan barang titipan di Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau sudah cukup baik.

"Sejak dititipkan oleh pihak kejaksaan hingga saat ini, barang bukti tersebut telah kita simpan sesuai dengan prosedur. Semuanya kita tempatkan di tempat yang aman,” kata Agus.

Namun menurut Agus, menyimpanan amonium nitrate terlalu lama di gudang memiliki risiko besar.

Kanwil DJBC Kepri Simpan 448,4 Ton Amonium Nitrat, Bahan yang Sebabkan Ledakan di Beirut Lebanon

Ia berharap agar amonium nitrate tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

"Kita perlu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mau kita apakan barang bukti tersebut agar tidak terlalu lama disimpan, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Pernyataan Agus ini merujuk kepada kabar ledakan besar di Kota Beirut, Libanon, yang diakibatkan oleh amonium nitrat.

Oleh karena itu Ia menyampaikan agar perihal amonium nitrate tersebut perlu ditindak lanjuti lagi dengan serius.

“Ada bahaya serius jika kita menyimpan amonium nitrate dengan jangka waktu yang lama. Kita tidak ingin apa yang terjadi di Beirut, Libanon juga berdampak buruk bagi kita semua," paparnya.

Untuk jumlah amonium nitrate yang berada di gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri hampir seperlima dari jumlah di Beirut.

"Diduga banyak pihak, ledakan tersebut  terjadi berasal dari salah satu gudang di dekat pelabuhan kota yang menyimpan sekitar 2.750 ton amonium nitrate," sebutnya.

Saat ini amonium nitrat yang berada di gudang Kanwil Dirjen Bea dan Cukai khusus Kepri ini cukup banyak. Jumlahnya sekitar 17.936 karung, dengan total beratnya mencapai 448,4 ton.

Amonium nitrate diketahui sebagai bahan pupuk dan sumber nitrogen yang baik untuk tanaman.

Namun amonium nitrate juga dapat dugunakan sebagai bahan untuk peledak yang biasanya digunakan dalam pertambangan. (ayf)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved