Harmonisasi Nasionalisme Dalam Pendidikan
Penanaman nasionalisme dalam jiwa anak-anak didik merupakan tanggung jawab bersama. Karena ini merupakan bagian dari pendidikan karakter
Pada dasarnya harmonisasi antara nasionalisme dan pendidikan harus selaras. Apalagi dalam masa pandemi seperti ini, dibutuhkan rasa empati yang tinggi, tanpa melihat perbedaan ras, agama, pangkat, golongan, karena ujian wabah Covid ini akan kita hadapi sama-sama. Dan kepada anak-anak didik kita tanamkan empati yang dalam agar melekat sifat persaudaraan sebangsa dan setanah air. Saling bantu dan bahu membahu mengatasi kondisi ini.
Kurikulum Darurat Covid dapat diterapkan dengan baik dan berhasil apabila kita mempunyai persepsi yang sama tentang kepedulian dan empati sesama, saling menguatkan satu sama lain.
Di akhir tulisan penulis ingin mengutip pendapat dari Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D, Kemerdekaan adalah kebebasan untuk berkarya dan berinovasi untuk kehidupan yang lebih baik tanpa tekanan atau ancaman pihak manapun. Kebebasan berkarya tanpa ada tekanan akan melahirkan hasil terbaik dibidangnya, karena kebebasan berekplorasi dalam berkarya dilindungi. Begitu juga dalam berinovasi, ketika kita terbebas ( baca: merdeka ) dari tekanan atau ancaman maka akan muncul ide-ide yang cemerlang tanpa ketakutan akan muncul efek negative dari inovasi yang diciptakan. Contoh Guru-guru saat ini dapat berinovasi dengan pembelajaran daring dengan berbagai aplikasi yang ada dan muncul produk pembelajaran yang kreatif. Kekratifan dan inovasi yang dilandasi dengan karakter positif. Dan masih menurut Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D,bahwa pendidikan mutlak tidak boleh terpisah dengan semangat nasionalisme.
Senada dengan Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D, bahwa Dr. Tri Murwaningsih, M. Si, mengatakan bahwa kemerdekaan adalah kebebasan yang bertanggungjawab, dimana dalam menggunakan kebebasannya tetap pada nilai-nilai karakter dan aturan hukum, aturan etika, dan aturan social yang ada dalam masyarakat bernegara. Tetap pada koridor menjunjung tinggi nasionalisme.
Dengan semangat nasionalisme dalam pendidikan, kita harapkan anak-anak didik kita akan tumbuh dan berkembang dengan karakter yang mulia, kuat dan menjadi calon pemimpin bangsa yang disegani lawan dan kawan. Aamiin. (adv)
Penulis :
Dr. Sarmini, S.Pd.,MM.Pd
Direktur Pendidikan Sekolah Islam Nabilah Batam
Dosen Universitas Batam
Dosen Universitas Ibnu Sina Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1308sarmini.jpg)