TAHUN BARU ISLAM

Peringati 1 Muharram 1442 H, Warga Kampung Rekoh Ziarah ke Makam Datuk Julong, Berlangsung 15 Tahun

Masyarakat yang berziarah ke Makam Datuk Julong tidak lupa menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan mengukur suhu tubuh.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Warga dan tokoh masyrakat kampung rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan berziarah dan doa bersama di makam Datuk Julong yang berada di tengah kampung Rekoh, Desa Penaga,Teluk Bintan, Kamis (20/8/2020). 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Warga Kampung Rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan berziarah ke Makam Datuk Julong.

Kegiatan ini dalam rangka memperingati 1 Muharram 1442 Hijriah, Kamis (20/8/2020).

Pantauan TribunBatam.id, ziarah dimulai dengan berjalan kaki dari Masjid Rekoh Penaga menuju Makam Datuk Julong yang berada di tengah kampung.

Tokoh masyarakat Kampung Rekoh, Husein menuturkan, kegiatan ziarah ini merupakan kegiatan yang tiap tahunnya dilaksanakan masyarakat Kampung Rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan secara turun temurun.

Ziarah ini merupakan salah satu kegiatan untuk mengenang jasa dan sejarah pembuka Kampung Rekoh pertama kali, yakni Datuk Julong yang berada di tengah kampung sejak makam dibangun dari 31 Januari 2005 lalu oleh masyarakat dan tokoh masyarakat.

"Dengan dibangunnya Makam Datuk Julong yang berada di tengah kampung ini, masyarakat Kampung Rekoh setiap tahun berziarah kemari dan ini kegiatan ziarah 1 Muharram yang ke-15 tahun,"tuturnya.

Dalam kegiatan ziarah ini, masyarakat dan tokoh masyarakat juga meminta kepada Allah melalui Datuk Julong untuk menjaga dan memberikan rezeki serta menjauhkan warga dari musibah, khususnya virus Corona yang tidak bisa di lihat saat ini.

Sementara Kades Penaga, Hamrudin menuturkan, kegiatan ziarah ke Makam Datuk Julong merupakan budaya masyakat Kampung Rekoh yang sudah dilakukan sudah 15 tahun.

Masyarakat yang berziarah ke Makam Datuk Julong tidak lupa menerapkan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker dan mengukur suhu dan tempat cuci tangan.

Hamrudin berharap pemerintah Kabupaten Bintan bisa mendukung warga untuk melestarikan sejarah kampung dan makam yang bersejarah di kampung-kampung yang ada di Bintan.

Layanan Puskesmas Tanjung Batu Bakal Dibuka, Sempat Ditutup Setelah 3 Pegawai Positif Covid-19

Ini Syarat Nasabah Bank BRI Buat Dapat Bantuan Kredit Rp 2,4 Juta dari Jokowi

Warga dan tokoh masyrakat kampung rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan berziarah dan doa bersama di makam Datuk Julong yang berada di tengah kampung Rekoh, Desa Penaga,Teluk Bintan, Kamis (20/8/2020).
Warga dan tokoh masyrakat kampung rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan berziarah dan doa bersama di makam Datuk Julong yang berada di tengah kampung Rekoh, Desa Penaga,Teluk Bintan, Kamis (20/8/2020). (TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

"Khususnya di Kampung Rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan ini. Supaya anak cucu kita kedepan bisa mengetahui sejarah kampungnya dan melestarikan," ucapnya.

Dalam kegiatan ziarah itu, Kerabat Bentan dan Dewan Perwakilan Perwakilan Daerah Laskar Melayu Bersatu (LMB) Tanjungpinang juga turut di undang dan hadir membagikan 100 masker kepada masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pada kesempatan itu juga mereka membagikan sedikit rejeki mereka dengan membeli peralatan sekolah, seperti buku tulis dan alat tulis untuk di bagikan kepada anak-anak Kampung Rekoh.

"Semoga bantuan parsitipasi masker dan buku dan alat tulis bisa sedikit membantu dan meringankan beban masyarakat," sebut Ketua Kerabat Bentan dan DPPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Tanjungpinang, Syafrizal.

Perayaan Tahun Baru Islam di Batam

Perayaan tahun baru Islam di Kota Batam, Provinsi Kepri pada tahun ini terasa berbeda.

Bila pada tahun sebelumnya terdapat pawai, namun berbeda pada tahun ini.

Wali kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, tidak adanya pawai menyambut tahun baru Islam dikarenakan tidak ada yang mengajukan izin pada tahun ini.

Melihat kondisi ini, Kepala BP Batam ini yakin jika masyarakat Kota Batam mulai sadar pentingnya menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.

"Saya bebaskan, boleh perayaan apa saja, asalkan kuncinya satu: protokol kesehatan. Jangan sampai masyarakat abai terhadap protokol kesehatan seperti pakai masker, dan jaga jarak," tegas Rudi saat berada di Masjid Agung Batam Center, Rabu (19/8/2020).

Kehadiran Wali kota Batam ke Masjid Agung di Batam Center untuk doa dan dzikir bersama.

Ditemui seusai acara, Rudi menyampaikan harapannya menjelang Tahun Baru Islam kali ini.

Dengan dilaksanakannya ibadah dzikir dan doa pada kesempatan itu, harapannya seluruh jamaah dapat menjadi orang yang lebih baik serta semakin patuh dengan ajaran agama.

"Mari kita juga berdoa bersama agar Covid-19 cepat segera berlalu, sehingga kita semua bisa kembali beraktivitas dengan bebas," ucapnya.

Pantauan TribunBatam.id, beberapa jajaran pejabat Pemko Batam yang berpakaian baju koko putih lengkap dengan songkok hitam.

Para jamaah dzikir terpantau tak begitu ramai pada sore hari pukul 16:00 WIB itu. Tampak jarak-jarak di antara jamaah terbilang renggang, masing-masing tak lupa mengenakan masker saat memasuki area masjid.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved