Senin, 27 April 2026

Sputnik V, Vaksin Corona Ciptaan Rusia akan Segera Diuji Coba ke 40.000 Orang

Uji coba vaksin Covid-19 yang kontroversial itu akan melibatkan puluhan ribu orang. Presiden Rusia, Vladimir Putin pada awal bulan ini mengatakan, ...

scmp
ILUSTRASI Vaksin Corona - Presiden Rusia, Vladimir Putin pada awal bulan ini mengatakan, Rusia menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin virus corona. 

Editor: Lia Sisvita Dinatri

TRIBUNBATAM.id, MOSKWA - Kamis (20/8/2020), Rusia mengatakan, akan segera memulai uji klinis vaksin corona Sputnik V

Uji coba vaksin Covid-19 yang kontroversial itu akan melibatkan puluhan ribu orang. 

Presiden Rusia, Vladimir Putin pada awal bulan ini mengatakan, Rusia menjadi negara pertama yang mendaftarkan vaksin virus corona.  

Pengumuman itu ditanggapi dengan peringatan dari para ilmuwan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa vaksin tersebut masih memerlukan tinjauan keamanan yang ketat. 

Badan Dana Investasi Langsung Rusia yang mendanai proyek vaksin ini mengatakan, uji "imunogenitas dan keamanan vaksin Sputnik V" akan dimulai minggu depan yang melibatkan lebih dari 40.000 orang. 

Dikatakan bahwa, tes tersebut setara dengan uji coba Fase III yang sedang dijalani vaksin-vaksin lain, sebagaimana diwartakan kantor berita AFP. 

Kirill Dmitriyev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia mengatakan dalam briefing online, bahwa vaksinasi kelompok berisiko terpapar termasuk tenaga medis, juga akan dimulai minggu depan atas dasar sukarela. 

Lebih dari 20 negara telah membuat permintaan untuk membeli satu miliar dosis vaksin Sputnik V, katanya. 

Ia menambahkan, Rusia juga ada perjanjian dengan beberapa negara untuk memproduksinya. 

Kemudian ia mengatakan, vaksinasi massal di Rusia diharapkan dimulai pada Oktober dan pengiriman ke luar negeri pertama pada November atau Desember.

California Dilanda Kebakaran Hebat, Akibat dari 11.000 Sambaran Petir Selama 72 Jam

Vaksin yang dinamai sesuai nama satelit Soviet tahun 1950-an ini diumumkan dengan meriah di Rusia, tetapi mendapat peringatan dari para ilmuwan Barat bahwa Moskwa mungkin bergerak terlalu cepat.

Menurut Dmitriyev, keraguan itu kini mulai berkurang.

"Kami melihat ada perubahan nada yang signifikan dari WHO." 

"Awalnya ya, mereka tidak punya cukup informasi tentang vaksin Rusia, sekarang informasi resmi sudah dikirim dan mereka akan mengevaluasi," ujarnya dikutip dari AFP.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved