Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Penjemput Paksa Jenazah Covid-19 Batam Tetap Diproses Hukum, Tunggu Sembuh dari Corona

Proses hukum penjemputan jenazah Covid-19 Batam akan berlanjut meski kini mereka positif Corona.

ist
Peta sebaran Covid-19 Batam, Sabtu (22/8/2020) 

Editor: Agus Tri Harsanto

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses hukum penjemputan jenazah Covid-19 Batam akan berlanjut meski kini mereka positif Corona.

Gugus Covid-19 Batam merilis 12 warga positif Covid-19 terkait penjemputan jenazah Covid-19 nomor 433 dari RSBP Batam.

Jenazah itu dibawa pulang sebelum keluar hasil swab test. Namun hasil swab test menyatakan positif Covid-19.

Pascainsiden itu, 12 orang ini pun juga akan dimintai keterangan terkait pengambilan paksa jenazah YHG.

Seperti kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

"Tunggu sampai negatif baru diproses (hukum). Yang terlibat saja," kata Didi kepada Tribun Batam, Minggu (23/8/2020).

RSBP Batam Kembangkan Penanganan Operasi Jantung & Kanker, Warga Kepri Tak Perlu Jauh-Jauh Berobat

Bukan tanpa alasan, tindakan nekat itu menurut Didi telah melanggar pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Ancaman pidananya pun tak main-main. Jika terbukti bersalah, maka oknum perebut jenazah terancam pidana penjara maksimal 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Dari Didi diketahui, saat insiden ambil paksa terjadi, kerabat atau keluarga YHG juga menyewa sebanyak 6 (enam) orang petugas mayat untuk membawa jenazah ke rumah duka.

Halaman
123
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved