TRIBUN WIKI
Mengenal Hemodialisa, Terapi Cuci Darah untuk Gantikan Peran Ginjal, Bagaimana Cara Kerjanya?
Untuk melakukan hemodialisa, prosesnya akan dibantu menggunakan mesin canggih untuk menggantikan ginjal yang rusak agar tubuh bisa menyaring darah.
Mesin ini berperan sebagai ginjal artifisial (ginjal buatan) yang dapat menyingkirkan zat-zat kotor, garam, serta air berlebih yang ada di dalam darah pengidap.
Dalam proses ini, pembuluh darah pasien akan dimasukkan jarum oleh petugas medis.
Tindakan ini bertujuan untuk menghubungkan aliran darah tubuh pasien ke mesin pencuci darah.
Setelah itu, darah kotor akan disaring dalam mesin pencuci darah.
Setelah proses penyaringan usai, selanjutnya darah yang bersih akan dialirkan ke dalam tubuh pasien.
Cuci darah dengan menggunakan metode hemodialisa menghabiskan waktu sekitar empat jam per sesi.
Dalam seminggu, pengidap perlu menjalani setidaknya 3 sesi dan hanya bisa dilakukan di klinik cuci darah atau rumah sakit.
Efek Samping
Peran hemodialisa memang amat memang sangat vital, menggantikan fungsi ginjal untuk menyaring tubuh.
Namun, bukan berarti proses ini bebas efek samping.
Dalam beberapa kasus, hemodialisa bisa menimbulkan efek samping, seperti kram otot atau kulit gatal.
Tak hanya itu saja, dalam beberapa kasus cuci darah juga bisa menimbilkan efek samping seperti perut terasa penuh, atau kenaikan berat badan karena cairan dialisat yang digunakan menggandung kadar gula tinggi.
Siapa yang Membutuhkan?
Hemodialisa ini umumnya dilakukan oleh mereka yang mengidap penyakit jantung kronis atau gagal ginjal.
Pada pengidap gagal ginjal, hemodialisa ini dilakukan karena ginjal sudah tak bisa berfungsi dengan baik lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-hemodialisa1.jpg)