BATAM TERKINI

Anggota DPRD Batam Soroti Rencana Wali kota Batam Bertemu Guru Jelang Pilwako Batam, 'Gak Perlu Lah'

Anggota DPRD Kota Batam, Tohap Erikson Pasaribu mencium adanya aroma politik dalam rencana pertemuan tersebut.

tribunbatam.id/leo halawa
Anggota DPRD Batam, Tohap Erikson Pasaribu menyoroti rencana Wali kota Batam bertemu dengan guru jelang Pilwako Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rencana Wali kota Batam, Muhammad Rudi bertemu dengan sejumlah guru mendapat reaksi keras DPRD Kota Batam.

Anggota DPRD Kota Batam, Tohap Erikson Pasaribu mencium adanya aroma politik dalam rencana pertemuan tersebut.

"Kenapa musti jumpa? Ini masih wabah Pandemi loh. Kan ada uang insentif guru kan ada nomor rekening masing-masing.

Lagi pula itu kan uang Negara. Bukan uang pribadi Wali kota Batam. Kami menduga, ada nuansa politis di situ. Jangan dikit-dikit dipolitisasi, kasihan masyarakat," ujarnya Selasa (25/8/2020).

Ia cukup heran dengan tindakan Rudi selama ini.

Menurutnya, jangan salahkan masyarakat jika berpikir macam-macam dengan setiap tindakannya menjurus ke arah politik.

"Kita paham lah soal itu. Perlu diketahui juga, masyarakat sudah pintar sekali. Jadi gak perlu lah gitu-gitu. Bantuan dari Pemko Batam juga ada foto Rudi-Amsakar Achmad. Sekarang mau jumpa guru lagi. Besok entah apa lagi," ungkap Tohap.

Tohap memperingatkan Muhammad Rudi untuk tidak memanfaatkan situasi.

Ia meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam, untuk mengawasi tindakan para bakal calon yang akan bertarung di Pilwako Batam.

"Tujuannya agar tidak bersalahan kita ini semua," katanya.

Pertemuan dengan Guru Swasta Batal

Dinas Pendidikan Kota Batam mengundang guru swasta di Batam untuk mengikuti pertemuan dengan Walikota Batam, Selasa (25/8/2020).

Sejumlah guru terlihat datang ke Top 100 Tembesi, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam.

VIDEO Aksi FSPMI Cabang Batam dan Driver Gojek di Gedung Graha Kepri Tolak Omnibus Law

VIDEO Oknum Pegawai Kemenhub Ditangkap Bawa Sabu-Sabu di Bandara Hang Nadim dengan Teman Wanitanya

Hanya saja, akhirnya pertemuan yang belum diketahui tujuannya oleh para guru yang diundang tersebut akhirnya dibatalkan.

Mengenai pembatalan acara silaturahmi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Hendri Arulan mengatakan, Wali Kota Batam, tidak berada di Batam.

"Acara itukan silaturahmi antara Walikota dan guru swasta, sementara Walikota tidak ada di tempat jadi kita batalkan," kata Hendri.

Dia mengatakan, tujuan acara tersebut untuk mengingatkan kepada seluruh guru swasta agar menerapkan protokol kesehatan di sekolah.

"Jadi guru inikan garda terdepan juga. Mereka perlu bimbingan juga," kata Hendri.

Dia juga menjelaskan, peningkatan grafik pasien covid-19 di Kota Batam, terus meningkat.

"Jadi pertemuan tersebut untuk mengingatkan guru, agar ikut mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat," kata Hendri.

Sementara saat ditanya kenapa hanya guru swasta dan penerima insentif yang dikumpulkan, Hendri tidak memberikan penjelasan.

"Yang jelas tujuan kita hanya memnyampaikan protokol kesehatan," kata Hendri.

Sementara saat ditanya kenapa guru di sekolah negeri tidak ikut dikumpulkan, Hendri mengatakan guru di negeri lebih mudah dikumpulkan karena langsung berada di bawah Dinas Pendidikan.

"Kalau guru di negeri sudah kita kumpulkan, lagian guru di negeri mudah dikumpulkan karena langsung berada dibawah kita," kata Hendri. (Tribunbatam.id/Leo Halawa/Ian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved