TANJUNGPINANG TERKINI
Dapat Program Bedah Rumah PT Angkasa Pura II Tanjunpinang, Supardi: Saya Kira Mimpi
4 warga di kawasan kampung Sumber Rejo, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur mendapat program bedah rumah dari PT Angkasa Pura II
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang mengadakan program bina lingkungan bedah rumah.
Sebanyak 4 warga di kawasan kampung Sumber Rejo, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur beruntung mendapatkan program tersebut.
Keempat warga itu yakni Misdi, Abu Bakar, Supardi dan Wakimin.
Program tersebut pun sudah dilakukan. Kemudian penyerahan secara simbolis dilaksanakan pihak Angkasa Pura ll Tanjungpinang pada Selasa (25/8/2020).
Supardi (36), seorang penerima program bedah rumah, mengaku sangat senang dan tak menyangka bisa mendapatkan program itu.
• Polisi Bekuk 2 Pria di Tanjungpinang Karena Narkoba, 1 di Antaranya Sembunyi di Bawah Tempat Tidur
• Masuk Klaster Kundur, Kasus Baru Positif Covid-19 di Karimun Tambah 2 Orang, Laki-laki dan Perempuan
"Waktu itu Pak RW dan pihak Angkasa Pura datang ke rumah saya dan bilang kalau saya terpilih mendapat program bedah rumah. Saya kaget, dan saya kira ini mimpi," ujar Supardi.
Ia menceritakan, kondisi rumah sebelum dibedah memang sangat memprihatinkan. Sebab hanya bangunan berbentuk petak dengan tutupan dinding dengan asbes bekas saja.
"Habis bagaimana lagi pak, saya sebelumnya numpang tinggal di rumah saudara. Terus ada rezeki saya beranikan beli tanah dengan sistem cicilan, barulah mulai bangun seadanya saja," cerita Supardi.
Saat ini Supardi beserta istri dan dua anak perempuannya sudah bisa merasakan rumah layak untuk ditempati.
"Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus, berkat bantuan Angkasa Pura ini," tuturnya mengucapkan terima kasih.
Supardi yang kini bekerja sebagai kuli bangunan, termasuk warga terdampak Covid-19. Supardi mulai kehilangan mata pencarian semenjak anak sekolah belajar melalui daring.
"Sebelum kerja kuli bangunan, saya jualan bakso goreng ke sekolah-sekolah. Setelah ada covid anak-anak diliburkan, saya nganggur selama 3 bulan terakhir.
Tapi Alhamdulillah diajak kawan untuk kerja kuli bangunan. Dapat juga rezeki buat makan keluarga saya," ucapnya dengan nada pelan.
Saat berjualan bakso goreng keliling, Supardi mengatakan, bisa mendapat penghasilan paling tinggi kotor Rp 150 ribu per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2608program-bedah-rumah-pt-angkasa-pura-ii-tanjungpinang.jpg)