WARGA TANJUNGUBAN DITEMBAK DI MALAYSIA
Elvina Berharap Bisa Bertemu Suaminya, Ditahan Karena Kasus Dugaan Penyelundupan Murai di Malaysia
Semenjak Madin dan rekannya ditahan otoritas Malaysia Senin (24/8), Elvina belum bisa berkomunikasi dengan suaminya itu
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Elvina Lubis, istri Madin, satu dari dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini masih ditahan di Malaysia, berharap bisa segera bertemu suaminya.
Ia juga berharap Pemerintah Indonesia bisa membantu mendampingi kasus hukum suaminya.
Hingga kini Elvina belum mengetahui kabar suaminya, berada dimana dan bagaimana kondisinya, semenjak dapat kabar suaminya itu diamankan oleh otoritas Malaysia, Senin (24/8/2020).
"Jadi saya tahu suami saya ditahan di Malaysia itu hari Senin (24/8), dikasih tahu abangnya almarhum," ujar Elvina saat melayat di kediaman almarhum Firman Bahtiar Amin, Kamis (27/8/2020) di Kampung Bugis, Bintan Utara, Bintan.
Ia belum bisa berkomunikasi dengan Madin, semenjak suaminya diamankan otoritas Malaysia dalam kasus dugaan penyelundupan burung Murai dari Malaysia.
• Selidiki Kasus Kematian Firman, Keluarga Minta Bantuan Duta Besar RI untuk Malaysia
"Kalau dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Malaysia, ada menghubungi kemarin. Lagi diusahakan terkait pemulangan jenazah almarhum Amin dan juga membantu proses kasus suami saya dan Cecep," tuturnya.
Elvina juga menyebutkan, untuk proses hukuman terhadap suaminya sampai sejauh ini belum ada konfirmasi dari Dubes Indonesia yang ada di Malaysia. Begitu, juga dari otoritas Malaysia.
"Dihubungi juga tidak bisa, dari Malaysia juga tidak ada menghubungi saya," terangnya.
Elvina menjelaskan, pekerjaan sehari-hari suaminya merupakan nelayan.
Dari pernikahannya, mereka dikaruniai tiga orang. Anak pertama sudah tamat SMA, kedua masih duduk di bangku SMA dan anak terakhir masih berusia 7 tahun.
Saat pamit, Elvina hanya tahu suaminya itu berangkat untuk mengambil burung di daerah perbatasan. Bukan ke Malaysia.
"Jadi waktu itu suami saya hanya menyebutkan bahwa hendak bantu ambil burung di perbatasan, bukan ke Malaysia. Yang dari Malaysia katanya jumpa di perbatasan dan ketemu di perbatasan untuk mengantarkan burung," ungkapnya.
Tak banyak yang dapat diucapkan Elvina, selain berharap suaminya segera pulang dan bisa berkumpul bersama keluarga di Bintan.
"Saya menyerahkan seluruhnya ke Kedutaan Indonesia yang ada di Malaysia untuk mendampingi dan membantu kasus suami saya agar cepat ditangani. Apalagi ini sampai menimbulkan korban jiwa, kita juga ditinggalkan," tutupnya.
Ayah Firman Ucap Syukur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2708istri-wni-ditahan-di-malaysia.jpg)