Jangan Sepelekan Binatang Kecil Ini, Ternyata Bisa Menularkan Penyakit Kulit
Penyebarannya dapat secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprai, handuk, bantal, air, a
Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id - Ada banyak jenis penyakit kulit yang menyerang manusia.
Kebanyakan di antaranya disebabkan oleh infeksi jamur maupun bakteri.
Namun, tak sedikit juga yang disebabkan oleh hewan, salah satunya kudis.
Kudis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya tungau atau kutu.
Penyakit ini disebabkan oleh oleh tungau (mite) Sarcoptes scabei.
Tungau ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau bersifat mikroskopis.
Penyakit ini mudah menular baik dari manusia ke manusia maupun dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Kudis atau scabies sangat mudah menyebar.
Penyebarannya dapat secara langsung melalui sentuhan langsung dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprai, handuk, bantal, air, atau sisir yang pernah digunakan penderita.
Kudis ditandai dengan munculnya rasa sangat gatal di kulit, terutama pada malam hari, disertai dengan timbulnya ruam bintik-bintik menyerupai jerawat atau lepuhan kecil bersisik.
Kondisi ini merupakan dampak dari adanya tungau yang hidup dan bersarang di kulit.
Jumlah tungau yang terdapat di kulit penderita kudis berkisar 10-15 ekor, dan dapat berkembang biak hingga berjumlah jutaan, dan menyebar ke bagian tubuh lain, jika tidak mendapatkan penanganan tepat, tungau.
Gejala
Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yang bisa membuat lubang menyerupai terowongan pada kulit untuk dijadikan sarang.