POSITIVE PARENTING
Kenali Tanda dan Gejalanya, Inilah 6 Jenis Kanker yang Sering Terjadi Pada Anak
Di Indonesia, kasus kanker pada anak juga terbilang rendah. Lantas bagaimana mengenali tanda dan gejalanya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Organiasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan jumlah kasus kanker pada anak hanya 0,5-4,6 persen dari total pengidap kanker di seluruh dunia.
Sedangkan di Indonesia, kasus kanker pada anak juga terbilang rendah.
Lantas bagaimana mengenali tanda dan gejalanya?
Persentase jumlah kanker anak di Tanah Air sekitar 3-5 persen dari keseluruhan kasus penyakit kanker.
Kasus kanker pada anak memang jarang terjadi.
Meski demikian, kasus kanker pada anak tetap harus diwaspadai karena bisa berakibat fatal.
• Niat Puasa Sunnah Tasua dan Asyura di Bulan Muharram, Dilaksanakan 28-29 Agustus 2020/1442 Hijriah
Kanker menjadi penyebab kematian kedua terbesar pada anak di rentang usia 5-14 tahun.
Angka kematian akibat kanker anak mencapai 50-60 persen karena umumnya penderita datang terlambat atau sudah dalam stadium lanjut akibat gejala kanker yang sulit terdeteksi.
Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) tahun 2005-2007, perkiraan angka kejadian kanker anak (0-17 tahun) di Indonesia sebesar 9 per 100.000 anak, atau di antara 100.000 anak ada 9 anak yang menderita kanker.
Sementara, pada anak usia 0-5 tahun, angka kejadiannya lebih tinggi, yakni mencapai 18 per 100.000 anak, sedangkan pada usia anak 5-14 tahun mencapai 10 per 100.000 anak.
Kenali Tanda dan Gejala Kanker Anak
Di Indonesia, setidaknya terdapat 6 jenis kanker yang sering menyerang anak-anak.
Berikut perkiraan angka kerjadiannya mulai dari yang teratas:
- Leukemia (2,8 per 100.000 anak)
- Retinoblastoma (2,4 per 100.000 anak)
- Osteosarkoma (0,97 per 100.000 anak)
- Limfoma maligna (0,75 per 100.000 anak)
- Karsinoma nasofaring (0,43 per 100.000 anak)
- Neuroblastoma (10,5 per 1.000.000 anak)
Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak cenderung lebih sulit diketahui karena anak-anak pada umumnya belum mampu mengemukakan apa yang mereka rasakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-makan-obat_20160103_235746.jpg)