16 Kota di Sumatra Alami Inflasi, Meulaboh Tertinggi, Batam Terendah Periode Agustus 2020
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Batam sebesar 0,02 persen.
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Selain merilis inflasi Batam, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam Rahmad Iswanto juga merilis inflasi di kota-kota lainnya di wilayah Sumatra pada periode Agustus 2020.
Ia mengatakan, dari 24 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) di Sumatra, tercatat 16 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Batam sebesar 0,02 persen.
"Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 0,67 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sibolga dan Tembilahan sebesar 0,01 persen. Kota Tanjungpinang dan Kota Batam masing-masing menduduki peringkat ke-8 dan ke-16 dari 16 kota yang mengalami inflasi di Sumatera," jelas Rahmad, Rabu (2/9/2020).
Selanjutnya, bila dilihat dari 90 kota IHK, tercatat 37 kota mengalami inflasi dan 53 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,88 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Batam, Kediri, dan Kotamobagu sebesar 0,02 persen.
• BPS Batam: IHK Batam Tercatat 103,24 pada Agustus, Naik 0,02 Persen Dibanding Juli
• Oknum Pegawai Kemenhub & 3 Tersangka Lainnya Terancam Pidana Seumur Hidup
"Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 0,92 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sibolga, Bekasi, Tembilahan, dan Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,01 persen," tambah Rahmad.
Masih dengan penjelasan Rahmad. Perkembangan IHK menurut kelompok pengeluaran dari 370 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 83 komoditas mengalami kenaikan harga dan 62 komoditas mengalami penurunan harga.
Inflasi yang terjadi di bulan Agustus 2020 ini disebabkan oleh naiknya indeks harga dari 8 kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 2,52 persen.
Untuk kelompok pendidikan naik sebesar 2,36 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,42 persen; kelompok kesehatan naik sebesar 0,27 persen; kelompok transportasi naik sebesar 0,15 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,09 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,03; serta kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,02 persen.
"Sebaliknya kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami penurunan sebesar 1,22 persen. Sedangkan 2 kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks harga," tutup Rahmad.
(TribunBatam.id/leo halawa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24-8-2020-ilustrasi-uang-duit.jpg)