Breaking News:

Apa Alasan Pimpinan Komisi VII Sepakat BBM Premium dan Pertalite Dihapus?

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno yang mengaku sepakat dengan rencana Pertamina menghapus Premium dan Pertalite.

Editor: Anne Maria
tribunbatam.uid/ichwannurfadillah
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (5/1/2020). 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pertamina berencana menghapus Bahan Bakar Minyak ( BBM) dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yakni jenis Premium dan Pertalite.

Kedua jenis BBM tersebut dianggap tidak ramai lingkungan.

Rencana Pertamina itupun nampaknya diberi lampu hijau oleh anggota DPR RI.

Satu di antaranya seperti yang diungkapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI  Eddy Soeparno yang mengaku sepakat dengan rencana Pertamina menghapus Premium dan Pertalite.

"Pada prinsipnya kami sepakat untuk penghapusan secara bertahap Premium dan Pertalite dari pasaran. Karena memang kalau dilihat di seluruh dunia yang menggunakan BBM yang kadarnya dibawah RON 91 itu tidak banyak. Indonesia termasuk diantaranya, ada Mongolia, ada Uzbekistan, ada Bangladesh," ujar Eddy, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (2/9/2020).

Apa alasan Eddy sepakat untuk menghapus kedua jenis BBM tersebut?

Bersiaplah! Pertamina Bakal Hapus Premium dan Pertalite, Ini Kata Dirutnya Nicke Widyawati

Rencana Pertamina Hapus BBM Jenis Premium dan Pertalite di Pasaran, Hanya Jual Pertamax

Eddy mengungkap mengontrol kualitas lingkungan yakni polusi udara merupakan bentuk tanggung jawab semua pihak, khususnya para pengguna kendaraan bermotor.

Menurutnya semua pihak berhak pula untuk menghirup udara yang lebih bersih dengan menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

"Kami merasa mengontrol kualitas lingkungan hidup khususnya penanganan polusi udara itu bentuk tanggung jawab kita semua, terutama para pengguna kendaraan bermotor kepada saudara-saudara kita yang berhak untuk menghirup udara yang lebih bersih," kata dia.

Oleh karenanya, politikus PAN tersebut meminta Pertamina memberlakukan masa transisi dan sosialisasi yang memadai terkait peralihan Premium dan Pertalite ke BBM yang lebih ramah lingkungan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Jadi tanpa ada riak dan gejolak yang tinggi. Kami yakin masyarakat Indonesia pun peduli pada kualitas lingkungan hidup, sehingga berani membayar BBM dengan harga yang di atas Premium dan Pertalite sepanjang dikomunikasikan dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) tengah meninjau kembali penggunaan BBM beroktan rendah di bawah 91, yaitu Premium dan Pertalite.

Ramalan Zodiak Asmara Besok Kamis 3 September 2020, Libra Jangan Rusak Suasana Hati Pasangan

Ramalan Zodiak Besok Kamis 3 September 2020, Sagitarius Kesal, Taurus Buat Kaget, Pisces Konfrontasi

Direktur Utama Pretamina Nicke Widyawati menjelaskan, peninjauan dilakukan sebagai upaya perusahaan dalam mendukung rencana pemerintah untuk menekan emisi gas rumah kaca sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved