Senin, 8 Juni 2026

Bersiaplah! Pertamina Bakal Hapus Premium dan Pertalite, Ini Kata Dirutnya Nicke Widyawati

Rencana penghapusan premium dan Pertalite tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT Pertamina dan Komisi VII DPR RI.

Tayang:
KOMPAS IMAGES
Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Pertamina. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kabar kurang mengenakan datang dari PT Pertamina (Persero).

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini berencana bakal menghapus dua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat ini dipasarkan.

Dua jenis BBM itu yakni Premium dan Pertalite.

Masyarakat Indonesia pengguna kendaraan bermotor kini pun mesti bersiap-siap merogoh koceknya lebih dalam.

Dengan demikian, bila rencana itu terwujud maka yang akan dijual Pertamina hanya Pertamax, atau BBM yang harganya paling mahal di antara ketiga jenis BBM tersebut.

Rencana penghapusan premium dan Pertalite tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT Pertamina dan Komisi VII DPR RI pada Senin (31/8/2020).

Wacana Pertamina Menghapus BBM Premium Saat Pandemi Dinilai akan Menambah Beban Masyarakat

Pertamina Akan Hapus BBM Jenis Premium dan Pertalite, Ini Alasannya

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, penyederhanaan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan No 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.

Nicke memaparkan, saat ini masih ada dua produk di bawah RON 91 yang masih dijual yakni Ron 88 ( Premium) dan RON 90 (Pertalite).

"Kita akan mencoba melakukan pengelolaan hal ini karena sebetulnya premium dan pertalite ini porsi konsumsinya paling besar," kata Nicke.

Menurut dia, hanya tinggal 7 negara yang masih menjual produk gasoline di bawah RON 90 yakni Bangladesh, Colombia, Mesi4r, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan, dan Indonesia.

Padahal sebut Nicke, Indonesia masuk dalam kelompok negara yang memiliki GDP 2.000 dollar AS hingga 9.000 dollar AS per tahun.

Berdasarkan klasifikasi tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memasarkan jumlah jenis produk BBM paling banyak yakni 6 jenis produk.

Mutasi Covid-19 Ganas Ditemukan di 3 Kota, Pertama Bermutasi di Surabaya, Bisa 10 Kali Lebih Menular

Ramalan Shio Hari Ini Selasa 1 September 2020, Kambing Sok, Monyet Utamakan Dirimu, Ayam Terluka

"Jadi itu alasan yang paling penting kenapa kita perlu mereview kembali varian BBM ini, karena benchmark 10 negara seperti ini," kata Nicke.

Di sisi lain, CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Mas'ud Khamid mengungkapkan, memang terjadi penurunan penjualan produk Premium sejak awal tahun 2019 hingga pertengahan 2020.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved