Polisi Tembak Mati Sapi Warga yang Sedang Hamil, Padahal Mau Dijual Untuk Biaya Pendidikan
Warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Passimasunggu Selayar, Sulawesi Selatan, Samsuddin (74) kini tak bisa berbuat apa-apa setelah induk sapi miliknya d
TRIBUNBATAM.id - Sapi ternak yang rencananya akan di jual untuk kebutuhan pendidikan ditembak mati oleh anggota Polisi.
Saat dibunuh, sapi tersebut dalam keadaan hamil dan akan melahirkan.
Warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Passimasunggu Selayar, Sulawesi Selatan, Samsuddin (74) kini tak bisa berbuat apa-apa setelah induk sapi miliknya ditembak mati oleh anggota Polsek Passimasunggu Brigpol M.
• Benarkah Akan Ada Swab Test Massal di Batam? Simak Penjelasan Wakil Walikota Batam
• VIDEO Irjen Arman Depari Akan Pensiun, Jenderal Gondrong Ditakuti Gembong Narkoba
• Pemuda Nyaris di Perkosa Seorang Pria, Ditarik Ke Atas Mobil, Lolos Karena Korban Tendang Pelaku
Induk sapi tersebut merupakan satu-satunya harapan bagi Samsuddin yang ketika dijual akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya kuliah anaknya.
Anak Samsuddin, Syahrul, mengatakan saat ditembak mati sapi itu dalam keadaan hamil dan diperkirakan melahirkan pada Oktober 2020.
Untuk mengcukupi kebutuhan sehari-hari, ibu Syahrul, Hamsina harus jualan kue di pasar.
Syahrul menceritakan, penembakan itu terjadi di belakang Asrama Polsek Pasimasunggu, Minggu 16 Agustus 2020.
• Pemuda Nyaris di Perkosa Seorang Pria, Ditarik Ke Atas Mobil, Lolos Karena Korban Tendang Pelaku
• Curhat Dwayne Johnson Selama Menjadi Pasien Covid-19, The Rock: Seperti Sebuah Pukulan Telak
"Jadi waktu itu sapi ayah dan sapi warga masuk di Kawasan Asrama Polsek. Apalagi keadaan pagar sudah rusak. Saat itu anggota polisi melakukan aksi penembakan," kata Syahrul.
Dulu, lanjut Syahrul, lahan itu dikelola masyarakat sebagai lahan tani atas perintah salah satu polisi.
Namun, beberapa bulan terakhir ini sudah tidak ada aktivitas tani di kawasan tersebut. Pagar sudah rusak dan tidak ada tanaman.
Menurut Mahasiswa UIN Makasaar ini, jika mengacu pada Perdes Kembang Ragi memang musim ini adalah musim lepas ternak, sesuai kesepakatan masyarakat setempat.
Atas insiden itu, Syahrul bersama Samsuddin menyambangi Mapolsek Passimasunggu. "Awalnya ayah saya ditawari uang Rp 3 juta. Tapi saya tidak sepakat kerena harga sapi Rp 10 juta," tuturnya.
Ketika itu, keduanya pulang untuk melakukan musyawarah. Hasil musyawarah, pihak keluarga menginginkan sapi sebagai penggantinya.
"Namun sampai saat ini belum ada penggantinya. Harapannya semoga pihak polisi cepat bertindak karena kami juga butuh," kata Syahrul.
Sementara Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud mengaku, memberikan sanksi hukuman disiplin bagi anggota yang melakukan penembakan.