Kamis, 7 Mei 2026

Politikus PDI Perjuangan Minta Warga Sumbar Tahan diri, PKS Minta Agar Puan Maharani Minta Maaf

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Barat.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Ist
Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan pakaian adat Jambi yakni Tekuluk Bai Bai, saat mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan ke-75 tahun Republik Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020). 

TRIBUNBATAM.id |JAKARTA - Pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani membuat marah orang Sumbar.

Baik itu perantau maupun warga Sumbar yang ada di Kampung halaman.

Pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut Sumatera Barat  menjadi provinsi mendukung negara Pancasila menuai sorotan berbagai pihak.

Bocah 8 Tahun Tewas Digantung Calon Ayah Tiri, Pelaku Marah Karena Ibu Korban Sering Pulang Malam

Meski Berbau Menyengat, Jengkol Kaya Kandungan Gizi, Ini Sederet Manfaatnya

Menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution Resmi Mendaftar ke KPU, Bertarung di Pilwako Medan

Bahkan sebuah kelompok berencana melapor ke polisi terkait pernyataan Puan yang dianggap menyinggung warga Sumbar.

Sementara Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberikan penjelasan.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila. Bismillahirahmannirrahim," ucap Puan saat pengumuman pasangan calon kepala daerah gelombang V secara virtual, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Inilah fakta-fakta dan tanggapan berbagai kalangan terkait pernnyataan Puan maharani menyebut Sumatera Barat:

1. Tahan Diri

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan berharap warga Sumatera Barat dapat menahan diri menyikapi pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang dinilai kontroversial.

Atas pernyataan itu, Kelompok masyarakat Sumatera Barat yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) berencana membuat laporan ke polisi terkait pernyataan Puan tersebut.

"Sebagai anak yang terlahir dari ayah ibu yang orang asli minang, maupun sebagai Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang se Indonesia, Saya sangat sedih dan prihatin, sekaligus berharap agar Orang Minang hendaklah dapat Menahan Diri, jangan mau dipecah belah. Saya mohon kita semua dapat lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi pernyataan Mba Puan," kata Arteria kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).

Anggota Komisi III DPR RI itu memastikan tidak ada maksud sedikitpun dari Puan untuk menyinggung perasaan warga masyarakat minang, baik yang berada di Sumbar maupun di tanah rantau.

Sebab, menurutnya Puan sendiri merupakan orang Minang.

"Mba Puan itu orang Minang, ayahnya Almarhum Pak Taufiq Kiemas beliau itu Datuk, Datuk Basa Batuah, orang Batipuh, kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Bahkan Ibunya, ibu Megawati Soekarnoputri pun memiliki darah minang bergelar Puti Reno Nilam, nenek beliau Ibu Fatmawati, anak dari seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu," ujarnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved