Resesi Ancam Indonesia, Siap-siap Lakukan 4 Cara Ini agar Finansial Aman
Sejumlah negara termasuk Indonesia saat ini dalam bayang-bayang resesi ekonomi dampak Covid-19
Memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri juga penting, misalnya untuk kebutuhan makan sehari-hari bisa dimasak sendiri.
"Dengan begitu, yang namanya pesan makanan lewat aplikasi online juga wajib dikurangi sedikit demi sedikit biar tidak menguras uang.
Kunci penghematan adalah mengendalikan keinginan dan mengutamakan kebutuhan," jelas Paramita.
2. Persiapkan Dana Darurat
Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Ada banyak peristiwa tak terduga di masa depan yang tak seorang pun mampu melihat dan menghindarinya secara pasti, seperti sakit, kecelakaan, PHK, kematian, kebanjiran dan peristiwa lain yang sifatnya mendadak.
Dihadapkan pada ketidpastian perekonomian karena pergerakan ekonomi nasional yang lesu, menyiapkan dana darurat itu sangat penting.
• Kuas Make Up bisa Sebabkan Kulit Wajah Iritasi hingga Berjerawat, Begini Cara Mudah Bersihkannya
Dana darurat yang sebaiknya likuid ini penting untuk mengantasipasi pengeluaran yang tak terduga tersebut.
"Rumus ideal dana darurat adalah jumlah pengeluaran bulanan dikalikan jumlah bulan yang diantisipasi yang biasanya minimal 6 bulan," jelas dia.
3. Membeli Produk Lokal dan UMKM
Salah satu langkah untuk menopang pertumbuhan ekonomi di saat terancam resesi adalah membeli produk lokal dan UMKM.
Sektor ini sangat mendasar karena sudah menyentuh level paling bawah dalam perekonomian dan akan berdampak langsung pada masyarakat.
Dengan begitu, meski aktivitas perdagangan dan industri skala besar menurun, tetapi ekonomi di level bawah masih ada pergerakan.
• Masih Muda Tapi Sudah Beruban? Berikut 5 Penyebab yang Jarang Diketahui, Termasuk Faktor Stres
Membeli produk lokal dan UMKM secara tidak langsung menopang keberlanjutan kehidupan masyarakat, sehingga berpotensi menumbuhkan ekonomi nasional.
4. Berinvestasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2808warga-antre-di-kantor-ukm-tanjungpinang.jpg)