Korea Selatan Catat Lonjakan Kasus Covid-19, Para Dokter Akhiri Aksi Mogok Kerja
Para dokter di Korea Selatan sempat melakukan aksi mogok kerja. Namun, kini mereka memutuskan untuk berhenti mogok karena kasus Covid-19 meningkat.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, SEOUL - Lonjakan kasus virus Corona atau Covid-19 tengah dirasakan Korea Selatan.
Keadaan diperparah dengan para dokter di Korea Selatan yang melakukan aksi mogok kerja.
Ya, sejak 21 Agustus lalu para dokter di Negeri Gingseng tersebut mogok kerja hingga jadi sorotan publik.
Namun, kini mereka memutuskan untuk berhenti mogok karena kasus Covid-19 meningkat.
Dilansir Reuters, Jumat (4/9/2020), Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan para dokter di Korea Selatan telah setuju untuk mengakhiri pemogokan selama dua minggu yang telah menghambat upaya untuk mengekang gelombang baru infeksi virus Corona.
Dia mengatakan mereka juga telah melakukan pembicaraan mengenai rencana reformasi medis pemerintah.
• IU Berdonasi Untuk Tenaga Medis Selama Covid-19, Tuai Pujian dari Presiden Korea Selatan
Sekitar 16.000 dokter magang dan residen diketahui telah mogok kerja.
Mereka adalah tulang punggung layanan perawatan kesehatan di ruang gawat darurat dan unit perawatan intensif, serta menjadi sukarelawan di stasiun pengujian sementara.
Mengapa mereka mogok?
Para dokter menentang proposal reformasi yang mencakup peningkatan jumlah dokter, membangun sekolah kedokteran umum, mengizinkan asuransi negara untuk menanggung lebih banyak pengobatan oriental, dan memperluas telemedicine.
Pemerintah mengatakan inisiatif tersebut dapat membantu menangani krisis kesehatan (seperti virus Corona) dengan lebih baik.
Tetapi para dokter berpendapat hal itu hanya akan membuat kesenjangan antara kota dan desa dengan memfokuskan konsentrasi dokter di kota-kota tanpa memperbaiki infrastruktur medis yang buruk serta kondisi kerja di pedesaan.
Chung mengatakan pemerintah, partai paling berkuasa di Korea Selatan, dan Asosiasi Medis Korea telah mencapai kompromi dramatis setelah negosiasi yang panjang.
Kementerian Kesehatan akhirnya setuju untuk menghentikan keinginannya meningkatkan jumlah mahasiswa kedokteran dan membuka sekolah kedokteran baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/seorang-ibu-tengah-mencium-anaknya-di-tk-di-seoul-korea-selatan.jpg)