Senin, 13 April 2026

Diduga Ada Pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur, Remake Film Disney Mulan hadapi Seruan Boikot

Remake film Disney, Mulan kini menghadapi seruan boikot setelah muncul beberapa adegan di Provinsi Xinjiang, China, dimana pelanggaran HAM terjadi ...

Instagram @mulan
Cover Film Mulan (2020) 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Remake film Disney, Mulan kini menghadapi seruan boikot setelah muncul beberapa adegan di Provinsi Xinjiang, China, dimana pelanggaran HAM terjadi terhadap Muslim Uighur di kawasan itu. 

Film yang menghabiskan biaya 200 juta US Dollar itu berkisah tentang seorang pejuang wanita China yang legendaris itu telah terlibat dalam kontroversi politik, setelah Liu Yifei, pemeran Mulan, menyuarakan dukungan untuk polisi Hong Kong saat mereka menindak pemrotes tahun lalu.

Melansir Channel News Asia, kehebohan terbaru meledak, segera setelah film Mulan mulai tayang di saluran Disney+ minggu lalu. 

Penonton melihat, Disney memasukkan "ucapan terima kasih khusus" dalam credit title film Mulan kepada delapan entitas pemerintah di Xinjiang

Ucapan itu termasuk kepada Biro Keamanan Publik di Turpan, sebuah kota di provinsi Timur China itu, tempat beberapa kamp interniran Muslim Uighur.

Entitas lain yang mendapat ucapan terima kasih dari Disney adalah Departemen Propaganda Partai Komunis China di Xinjiang

Ucapan terima kasih tersebut telah memicu kemarahan baru atas kesediaan Hollywood untuk tunduk pada otoriter China. 

Hubungan China-AS Makin Memburuk, China akan Pangkas Kepemilikan US Treasury

Kelompok HAM, akademisi dan jurnalis telah mengekspos tindakan keras terhadap Muslim Uighur dan Kazakh di Xinjiang, termasuk penahanan massal, sterilisasi paksa, kerja paksa, serta pembatasan agama dan pergerakan yang intens.

Isaac Stone Fish, senior fellow di Asia Society, mengatakan, film Mulan "bisa dibilang film paling bermasalah Disney" sejak Song Of The South, sebuah pengagungan tahun 1946 tentang kehidupan perkebunan antebellum yang telah ditarik oleh perusahaan tersebut. 

"Cukup mengherankan, hal itu harus diulang," tulisnya di kolom Washington Post seperti dilansir Channel News Asia. 

"Disney telah berterimakasih kepada empat Departemen Propaganda dan Biro Keamanan Publik di Xinjiang, wilayah di Barat Laut China yang merupakan situs salah satu pelanggaran HAM terburuk di dunia yang terjadi hari ini," tegas dia. 

Badiucao, seniman China yang tinggal di Melbourne, menyatakan, dia sedang mengerjakan kartun baru yang menggambarkan Mulan sebagai penjaga di salah satu kamp interniran di Xinjiang untuk menyindir film baru Disney itu. 

"Ini sangat bermasalah dan tidak ada alasan. Maksud saya, sudah jelas, kami memiliki semua bukti yang menunjukkan apa yang terjadi di Xinjiang," ungkapnya kepada AFP seperti dikutip Channel News Asia. (*) 

109 Health Workers in Riau Islands are Exposed to Coronavirus, 24 of them are Doctors

Hari Tani hingga Peringatan G30S/PKI, Inilah Daftar hari Nasional dan Internasional Bulan September

Inilah 8 Sneakers Anti Ketinggalan Zaman, Mulai dari Converse All Star hingga Adidas Superstar

Take Singapore as a Role Model, There will be a Mall indise Batams Hang Nadim Airport

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved