Breaking News:

KEPRI TERKINI

WNI Dilarang Masuk Malaysia, Apa Dampaknya ke Kepri?

Kepala BPS Kepri,Agus Sudibyo tak menampik jika dampak dari kebijakan otoritas Malaysia,sedikit-banyak akan berpengaruh terhadap perekonomian Kepri

TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
Sejumlah penumpang yang baru tiba dari Malaysia di Pelabuhan Internasional Batam Center menggunakan masker, Kamis (30/1/2020). Otoritas Malaysia melarang WNI masuk ke negaranya per 7 September 2020 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, KEPRI - Pemerintah Negeri Jiran Malaysia menetapkan aturan pelarangan masuk Warga Negara Indonesia (WNI) ke negaranya per 7 September 2020.

Apakah berdampak pada ekspor Kepri? Seperti ini penjelasan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Agus Sudibyo.

"Jadi begini, kalau ekspor impor dari atau ke Kepri yang berhubungan dengan Malaysia, sepertinya tidak terpengaruh. Alasannya, karena lebih banyak melibatkan barang, bukan manusia. Aturan itu kan untuk manusia," ujar Agus, Rabu (9/9/2020).

Meski begitu, Agus tak menampik jika dampak dari kebijakan itu sedikit-banyak akan berpengaruh terhadap perekonomian Kepri. Karena penutupan berhubungan dengan aspek mobilitas aktivitas manusia.

Pasalnya mobilitas manusia berpengaruh terhadap pola konsumsi, dan pola konsumsi berpengaruh terhadap ekonomi.

Malaysia Larang 23 Negara Masuk, 200 Warganya Tertahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur

"Tapi kami di BPS tidak mempunyai data untuk mengaitkan hal tersebut. Yang kami punya hanya data kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Malaysia ke Kepri, dan ekspor impor dari atau ke Kepri," jelas Agus.

Agus merincikan, data BPS hingga Juli 2020, Malaysia masih menjadi negara tujuan ekspor migas Kepri terbesar kedua setelah Singapura.

Total ekspor migas dan non migas Kepri ke Malaysia selama periode Januari-Juli 2020 sebesar 219 juta dolar AS.

"Ini angka yang cukup besar," kata Agus.

Halaman
1234
Penulis: Filemon Halawa
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved