KEPRI TERKINI
WNI Dilarang Masuk Malaysia, Apa Dampaknya ke Kepri?
Kepala BPS Kepri,Agus Sudibyo tak menampik jika dampak dari kebijakan otoritas Malaysia,sedikit-banyak akan berpengaruh terhadap perekonomian Kepri
Larangan itu berlaku untuk pemegang izin tinggal jangka panjang, pelajar, ekspatriat, penduduk tetap, serta anggota keluarga Malaysia.
Selain Indonesia, Malaysia juga melarang masuknya warga negara India dan Filipina.
"Pemerintah Malaysia melarang pemegang Long Term Pass dari Filipina, Indonesia, dan India untuk masuk wilayah Malaysia."
• Virus Corona di Batam Tambah 28 Kasus, Nakes, IRT Hingga ASN Pemko Batam Terkonfirmasi Covid-19
• UPDATE Covid-19 in Riau Islands: 1.217 Patients, Mostly in Batam, Anambas Record Zero Cases
"Dubes Malaysia menginformasikan bahwa kebijakan ini bersifat temporer dan akan dikaji ulang setiap minggu," kata Faizasyah kepada Kompas.com.
Lantas apa alasan Malaysia melarang WNI masuk dan apa dampaknya untuk Indonesia?
Terkait dengan hal itu, Istana, pakar hukum internasional, dan epidemiolog memberikan tanggapannya.
Istana
Deputi III Kantor Staf Presiden (KSP) Panutan Sulendrakusuma mengatakan, tidak ada dampak signifikan terkait larangan tersebut.
Ia menyebut, pelarangan itu hanya berdampak signifikan bagi para pekerja migran Indonesia yang kini sebagian besar sudah kembali ke tanah air.
Adapun untuk arus keluar masuk barang tetap berlangsung seperti biasa.
Sehingga tidak mengganggu proses ekspor dan impor antara Malaysia dan Indonesia.
"Ini tentunya kita bisa maklumi bahwa ini adalah kebijakan internal mereka."
"Namun, kalau kita lihat misalnya dari aktivitas ekonomi, perdagangan internasional misalnya ekspor impor masih tetap berjalan."
"Contohnya misalnya bulan Juli, Malaysia masih masuk enam besar tujuan ekspor kita, pun demikian dari sisi impor."
"Malaysia merupakan sumber impor kita ketujuh terbesar," kata Panutan dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (6/9/2020), dikutip dari Kompas.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penumpang-yang-baru-tiba-dari-malaysia-di-pelabuhan-batam-center.jpg)