SEPAKBOLA KEPRI
Jelang PON, KONI Kepri Bahas Pelatda hingga Soal Bonus Perolehan Medali
Jika bonus perolehan medali emas untuk PON Papua nanti akan lebih besar dibanding bonus para atlet yang memperoleh medali emas saat PON Jawa Barat.
Editor : Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Persiapan tim futsal jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua nanti mendapat perhatian tersendiri oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepri.
Saat pelatda mandiri digelar di lapangan futsal kawasan Kabil Industrial, Kota Batam, Rabu (9/9/2020), KONI Kepri diketahui ikut meninjau persiapan anak asuh Suhendra Jamal atau akrab disapa Black ini.
Menurut Wakil Sekretaris Umum KONI Kepri, Amri, agenda ini menjadi agenda pertama KONI yang bertujuan untuk memantau persiapan masing-masing cabang olahraga (cabor) jelang PON digelar.
"Agenda ini juga akan kami lakukan rutin untuk setiap cabor lainnya juga," ujar Amri kepada Tribun Batam.
Kata Amri, sebanyak 15 cabor di Kepri berhasil lolos ke PON. Dari 15 cabor itu, sebanyak 10 cabor menggelar persiapan di Kota Batam, 4 (empat) cabor di Kota Tanjungpinang, dan satu cabor lainnya di Tanjung Balai Karimun.
"Untuk saat ini, masing-masing cabor hanya menggelar pelatda mandiri. Januari nanti baru pelatda berjalan," tambah dia.
Dia mengatakan, pemusatan latihan daerah (Pelatda) mandiri adalah tanggung jawab setiap pengurus masing-masing cabor.
• Tim Futsal PON Kepri Mulai Pelatda Mandiri, Pelatih Sebut Para Pemain Mulai Berkembang
Sedangkan pelatda berjalan nantinya akan menjadi tanggung jawab penuh KONI Kepri.
"Nantinya pelatda berjalan, pelatda penuh, try out, dan keberangkatan ditanggung KONI. Pelatda mandiri futsal kali ini dibalikkan ke pengurus AFP (Asosiasi Futsal Provinsi). Tapi kami tidak ingin melepaskan begitu saja dan tetap mengusahakan untuk membantu teknisnya," katanya lagi.
Jika pada pelaksanaan PON di tahun-tahun sebelumnya cabor layar dan tinju menjadi unggulan Provinsi Kepri, Amri menegaskan jika seluruh cabor memiliki peluang cukup besar untuk memperoleh medali emas pada pelaksanaan PON Papua nanti.
"Target kita memang untuk juara, apapun cabornya. Tak ada cabor yang dikhususkan dan semua cabor memiliki peluang sama," ujar dia.
Selain itu, Amri pun mengatakan jika bonus perolehan medali emas untuk PON Papua nanti akan lebih besar dibanding bonus para atlet yang memperoleh medali emas pada PON Jawa Barat (Jabar) tahun 2016 lalu.
Jika pada PON Jabar untuk medali emas mendapat bonus sebesar Rp 250 juta, peraih emas di PON Papua nanti akan menerima bonus sebesar Rp 350 juta hingga Rp 450 juta.
"Kami sudah ajukan dan mengupayakannya ke pemerintah provinsi. Paling tidak, bonus sudah di atas PON Jabar kemarin. Kita lihat saja kondisi dan perkembangan ke depan," ungkap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10092020pelatda-mandiri.jpg)