Breaking News:

Ingin Adosi Bayi yang Dibuang di Semak Nongsa? KPPAD Kepri Ingatkan Hal Ini

Beberapa warga ingin mengadopsi bayi yang dibuang di Kampung Kelembak, Nongsa Batam, begini respon KPPAD

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Agus Tri Harsanto
TribunBatam.id/Istimewa
Bayi perempuan yang ditemukan di semak belukar Kampung Kelembak, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Sejumlah warga mendatangi Mapolsek Nongsa berniat untuk mengadopsi bayi malang tersebut. 

Jika dikabulkan oleh Tim PIPA Kepri setelah ditelaah, Dinsos Kepri akan mengeluarkan rekomendasi untuk pengasuhan atas anak.

Biasanya, calon orangtua angkat akan diberikan waktu terlebih dulu sekira 6 bulan sambil diawasi oleh pihak terkait masa pengasuhannya.

"Atas rekomendasi itu, persidangan untuk penetapan hak asuh akan dilakukan. Biasanya bisa berbulan-bulan," jelas dia lagi.

Erry menuturkan, prosedur ini dilakukan agar mengantisipasi terjadinya perdagangan manusia (human trafficking).

"Banyak pertimbangan seperti harus satu agama, calon orangtua angkat harus mampu, dan keluarga yang mengajukan harus 5 tahun tak memiliki anak," sambungnya.

Erry juga mengecam tindakan penelantaran bayi tersebut. Menurutnya, di Provinsi Kepri sendiri kejadian serupa dapat terjadi sebanyak satu kali dalam dua bulan.

Seperti kasus di Kota Tanjungpinang beberapa bulan lalu, seorang bayi diletakkan dalam lemari dan dibiarkan begitu saja hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus seperti ini, tegas Erry, termasuk kasus yang mendapat atensi khusus dari KPPAD Kepri.

"Jika tak sanggup mengasuh bayi, bisa diberikan ke dinas sosial," tutup dia. 

Datangi Polsek

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved