TRIBUN WIKI
Mirip Palang Pintu Betawi, Inilah Keunikan Tradisi Silat Pengantin Khas Kepri
Melansir situs resmi Disbud Kepri, Silat pengantin merupakan tradisi yang digelar oleh masyarakat Lingga dalam upacara pernikahan.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Upacara pernikahan selalu diwarnai dengan beragam tradisi yang unik.
Jika masyarakat Betawi punya tradisi Palang Pintu saat mengantarkan mempelai pria untuk mempersunting mempelai wanita, masyarakat Melayu di Kepulauan Riau juga memiliki tradisi serupa.
Bagian dari rangkaian upacara pernikahan yang menunjukkan kemampuan bela diri ini bernama Silat Pengantin.
Melansir situs resmi Disbud Kepri, Silat pengantin merupakan tradisi yang digelar oleh masyarakat Lingga dalam upacara pernikahan.
Adu bela diri ini dilakukan ini untuk menyambut pengantin laki-laki menuju ke pelaminan.
Tidak hanya itu, Silat Pengantin juga sering ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu besar yang datang ke negeri Bunda tanah Melayu.
Jenis Silat Pengantin relatif beragam tergantung dari aliran masing-masing daerah.
Kendati demikian, Silat Pengantin ini masih dapat ditemui disetiap perhelatan maupun acara besar dan kegiatan pemerintahan dalam penyambutan Tamu.
Pada rangkaian Tata cara Adat Perkawinan Melayu Lingga, Silat pengantin ini biasanya dilakukan pada kegiatan mengantar pengantin laki-laki ke rumah pengantin perempuan.
Ketika sampai di rumah mempelai perempuan, rombongan pengantin laki-laki disambut dengan kegiatan bersilat dari kedua belah pihak untuk beberapa menit.
Pemainnya bisa 1 orang dari masing-masing pihak, maupun lebih.
Alat musik pengiring
Penampilan Silat ini diiringi musik pengiring yaitu Gendang panjang sebanyak 2 buah, Gong, Serune/Nafiri.
Ini melambangkan suatu simbol bahwa pengantin datang ke tempat yang aman dari segala musuh.