Iskandarsyah Pernah Tolak Tawaran Jadi Wakil Bupati, Ini Alasannya Maju di Pilkada Karimun
Iskandarsyah mengungkap alasannya berani maju di Pilkada Karimun, walaupun mesti bertarung dengan petahana saat ini, Aunur Rafiq
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Namanya lebih dikenal sebagai anggota DPRD Kepri. Ia sudah tiga periode duduk sebagai wakil rakyat di legislatif.
Kini di Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak 2020, dia mencalonkan diri sebagai Calon Bupati Karimun berpasangan dengan Anwar Abubakar sebagai Calon Wakil Bupati Karimun.
Apa motivasi besarnya?
Dalam News Webilog Tribun Batam, Rabu (16/9/2020) lalu, Iskandarsyah mengungkap alasannya berani maju di Pilkada Karimun, walaupun mesti bertarung dengan petahana saat ini, Aunur Rafiq.
Simak ulasannya.
Iskandaryah menyatakan, walaupun ia tinggal di Tanjungpinang sejak September 2009, namun ia paham tentang Kabupaten Karimun.
Pasalnya ia lama tinggal di Karimun dan kerabat keluarganyapun berada di Karimun. Adapun alasannya tinggal di Tanjungpinang selama beberapa tahun terakhir, itu bukan karena kemauannya sendiri.
Melainkan karena tuntutan sebagai anggota DPRD Provinsi yakni harus tinggal di Ibu Kota Kepri.
• Aunur Rafiq-Anwar Hasyim Akan Head to Head dengan Iskandarsyah-Anwar Abubakar, Debat Pilkada Karimun
• Ikut Pilkada Karimun, 2 Bapaslon Tes Kesehatan di RSBP Batam, KPU Siapkan Anggaran Rp 114 Juta
"Saya selalu menjadi bagian dari Kabupaten Karimun. Tentunya kami selalu mendengar aspirasi masyarakat Karimun. Saya selalu pulang ke Karimun," kata Iskandarsyah.
Alamat KTP-nya juga sudah dipindahkan ke Karimun. Di sana, Iskandar masih punya nenek, kakak, kawan-kawan dan sanak saudara lainnya yang berada di Karimun.
"Biasanya kami selalu kumpul bersama jika ada acara pernikahan, ada yang meninggal, serta acara penting lainnya. Mungkin dalam satu Minggu, 2 sampai 3 hari itu saya berada di Karimun dalam urusan bekerja dan juga urusan keluarga lainnya," ujarnya.
Disinggung soal masa baktinya selama 3 periode di DPRD Provinsi Kepri dan ketiganya dari daerah pemilihan (dapil) Karimun, Iskandarsyah menjelaskan, jika awalnya dia tidak menyangka akan terpilih menjadi anggota dewan pada 2009 lalu.
"Ketika menjadi anggota dewan pertama kali, saya memang fokus membantu Almarhum Pak Sani. Di sana saya mempunyai 2 tugas penting yakni, merebut minyak dan gas (Migas) di Natuna dan yang kedua adalah pengolahan Badan Usaha Pelabuhan Labu Jangkar di Karimun," kata Iskandarsyah.
Dalam perjalanan waktu, dia juga pernah ditawari dua mantan Gubernur Kepri, yakni HM Sani dan Nurdin Basirun menjadi Wakil Bupati Karimun. Namun tawaran itu ditolaknya.
Alasannya, karena menjadi pemimpin daerah itu sebenarnya berat. Banyak sekali harapan-harapan masyarakat yang diletakkan di pundak pemimpin. Iskandarsyah belum siap, makanya tawaran itu ditolak.
Sampailah pada tahun 2019, ada sejumlah masyarakat memintanya maju di Pilkada Karimun 2020. Dia ingin membantu banyak orang, dan hatinya terketuk untuk ikut di pilkada itu.
"Dengan berbagai pertimbangan yakni di Karimun sering terjadi defisit anggaran, kebetulan saya pernah jadi pimpinan Banggar dan juga di DPRD saya memang fokus di dunia ekonomi dan Keuangan. Dengan pengalaman itu, saya bersedia sekaligus membantu keluhan masyarakat Karimun untuk mengatasi masalah tersebut," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0709bapaslon-iskandarsyah-dan-anwar-abubakar1.jpg)